JawaPos Radar

Barito Pacific Catat Laba Bersih Sepanjang 2017 Sebesar USD 279,9 Juta

05/03/2018, 17:57 WIB | Editor: Mochamad Nur
Barito Pacific Catat Laba Bersih Sepanjang 2017 Sebesar USD 279,9 Juta
Ilustrasi industri kimia (Dok.JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mencatat laba bersih sebesar USD 279,9 juta (sekitar Rp 3,845 triliun) sepanjang 2017. Angka tersebut naik tipis dibanding tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD 279,8 juta (sekitar Rp 3,844 triliun).

Mengutip dari keterangan resminya, kinerja anak usaha, khususnya PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP) tersebut, didongkrak dari total pendapatan bersih sebesar USD 2.452,8 juta, tumbuh 25,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar USD 1.961,3 juta.

“Pendapatan dari bisnis petrokimia sebesar USD 2.418,5 juta atau tumbuh 25,3 persen dibanding pendapatan yang sama tahun 2016. Kontribusi pendapatan dari bisnis petrokimia sebesar 98,6 persen dari total pendapatan group BRPT,” kata Direktur Utama PT Barito Pacific Tbk, Agus Salim Pangestu.

"Peningkatan kinerja Barito Pacific tahun lalu didukung oleh pertumbuhan kinerja cemerlang dari sejumlah anak usaha, terutama Chandra Asri. Selain itu, peningkatan pendapatan juga dipengaruhi oleh kemampuan manajemen dalam mengelola sisi pengeluaran/beban," ujar ‎

Agus Salim optimistis, trend kinerja positif perseroan masih akan terus berlangsung pada tahun ini hingga beberapa tahun kedepan. Hal itu seiring dengan ekspansi bisnis dan kinerja CAP, yang ditargetkan dapat meningkatkan produksi olefin mencapai 4,1 juta ton pada 2020, serta pembangunan komplek petrokimia kedua yang akan memproduksi 1 juta ton ethylene dan akan beroperasi pada 2023.

Selain itu, Barito masih memiliki rencana ekspansi strategis dengan melakukan diversifikasi usaha melalui akuisisi Star Energy Group (pembangkit listrik panas bumi) yang ditargetkan selesai pada Juni 2018. Guna memuluskan rencana tersebut, perseroan berencana menerbitkan saham baru (rights issue) sebanyak 5.600.000.000 saham, dengan target perolehan dana mencapai USD 1.000 juta, yang akan dimintakan persetujuan pemegang saham lewat rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 11 April 2018.

Ekspansi usaha lainnya yang dilakukan Group Barito adalah masuk ke sektor pembangkit listrik batubara dengan mendirikan anak usaha baru PT Indo Raya Tenaga. Perusahaan tersebut hasil joint venture antara anak usaha Barito, PT Barito Wahana Lestari dengan anak usaha PT Indonesia Power yaitu PT Putra Indo Tenaga. PT Indo Raya Tenaga nantinya membangun pembangkit listrik Jawa 9 dan Jawa 10.

Dua pembangkit listrik Ultra Supercritical Coal-Fired Power Plant berbahan bakar batubara tersebut diharapkan bisa menghasilkan listrik sebesar 2x1.000 megawatt.

“Kami optimistis upaya diversifikasi bisnis perseroan melalui ekspansi ke sektor energi dan didukung pertumbuhan positif dari bisnis petrokimia secara berkelanjutan akan mampu menjadi pondasi kuat bagi pertumbuhan bisnis Barito Group di masa yang akan datang,” tandasnya.

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up