alexametrics

BI Ungkap Tantangan Ajak Masyarakat Beralih ke Kartu Berlogo GPN

4 Agustus 2018, 17:30:21 WIB

JawaPos.com – Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) resmi diluncurkan pada Mei 2018 lalu oleh Bank Indonesia (BI). Kemunculannya merupakan penantian lama setelah melalui kajian panjang selama 20 tahun.

GPN adalah suatu sistem yang mengintegrasikan transaksi antar bank. GPN memudahkan masyarakat jika ingin melakukan transaksi pembayaran non tunai menggunakan kartu debit di toko atau merchant.

Setiap bank yang beroperasi di Indonesia wajib mengadopsi sistem ini dan merilis kartu debit GPN berlogo garuda. Kartu debit GPN bisa digunakan di seluruh mesin electronic data capture (EDC).

BI Ungkap Tantangan Ajak Masyarakat Beralih ke Kartu Berlogo GPN
Kartu BCA berlogo GPN (Hana Adi/JawaPos.com)

Sejak peluncurannya, BI mengakui tidak mudah dalam mendorong masyarakat beralih ke kartu debit berlogo GPN. Ada sejumlah tantangan dalam upaya tersebut.

Deputi Direktur Departemen Elektronifikasi dan Gerbang Pembayaran Nasional BI Aloysius Donanto mengungkapkan, butuh pendekatan personal untuk meyakinkan masyarakat agar mau beralih. Pasalnya, masyarakat lebih mudah yakin dengan diberi penjelasan langsung daripada hanya membaca persyaratan.

“Ini pengalaman kami di BI sendiri, bulan Juni atau sebelum lebaran kita melakukan kampanye dan penukaran untuk internal BI dan OJK sendiri yang ada di Komplek Perkantoran BI. Itu kita belajar dua hal. Satu, untuk ganti itu memang nggak susah. Penduduk kita itu biasanya nggak mau membaca persyaratan. Jadi lebih seneng nanya langsung ke customer. Jadi butuh pendekatan personal,” ujarnya kepada JawaPos.com ketika dihubungi, Sabtu (4/8).

Kedua, diakuinya masyarakat masih banyak yang enggan beralih ke GPN lantaran kartunya tidak bisa digunakan untuk bertransaksi di luar negeri. Padahal, masyarakat bisa membuat kartu debit lain berlogo prinsipal asing untuk bisa digunakan ke luar negeri.

“Ini juga challenge kita, selalu yang ditanya, kartu GPN bisa nggak dipakai ke luar negeri. Padahal kalau dari kita kartu GPN yang sekarang, kita rekomendasi jangan dipakai ke luar negeri, kalau tariknya disana kan berarti tariknya pakai valuta asing. Dan langsung kena ke rekening tabungan kita, itu kan jadi risikonya tinggi,” jelas dia.

“Akan lebih baik, transaksi ke luar negeri bikin baru untuk sementara sebelum GPN belum kerja sama dengan pihak luar negeri pakai prinsipal asing. Jadi banyak yang udah dateng ngantri, nggak bisa dipakai ke luar negeri, eh ntar dulu kalau gitu,” sambungnya seraya tertawa.

Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan kampanye kepada masyarakat di seluruh kota. Dalam hal ini, perbankan juga ikut terlibat untuk semakin meyakinkan masyarakat agar mulai beralih ke kartu debit berlogo GPN.

“Kita itu pekan pertama, kita bilang pekan pertama kampanye dan penukarang di 17 kota mulainya kemarin dari tanggal 29 Juli sampai 3 Agustus. Akhir bulan ini akan ada pekan kedua di 8 kota. September ada beberapa belas kota lagi, begitu juga Oktober dan itu melibatkan semua bank di seluruh wilayah Indonesia. Memang itu challengenya,” tandasnya.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : (hap/JPC)



Close Ads
BI Ungkap Tantangan Ajak Masyarakat Beralih ke Kartu Berlogo GPN