alexametrics

Lego Saham ke Bursa, Indonesian Tobacco Gaet Dana Publik Rp 60 Miliar

4 Juli 2019, 15:12:34 WIB

JawaPos.com – PT Indonesian Tobacco Tbk, perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan tembakau resmi mencatatkan saham nya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham ‘ITIC’. Lewat penawaran umum perdana saham, perseroan berhasil menghimpun dana publik sebesar Rp 60,19 miliar dari hasil pelepasan 274.060.000 lembar sahamnya ke publik.

“Seluruh perolehan dana IPO akan digunakan untuk pembelian bahan baku daun tembakau,” ujar Direktur Utama Indonesian Tobacco Djonny Saksono kepada pers seusia pencatatan perdana saham ITIC di Jakarta, Kamis (4/7).

Setelah menjalani proses IPO, Djonny optimistis perseroan dapat mengembangkan bisnis secara luas. Menurutnya, kapasitas pendanaan yang bertambah akan sejalan dengan persediaan daun tembakau (bahan baku utama) yang meningkat. Hal ini dapat mempengaruhi utilitas produksi, mengingat daun tembakau harus melalui tahapan dan waktu yang cukup lama sampai menjadi siap digunakan dalam proses pembuatan produk.

Selain dapat memenuhi permintaan yang meningkat karena bertambahnya utilitas produksi dan meluasnya
pengenalan produk, perseroan juga akan mengembangkan bisnis dengan menciptakan varian baru untuk terus mengembangkan pasar. “Kita meyakini para pengguna tembakau dapat menjadikan tembakau ITIC ini sebagai substitusi yang sesuai, tentunya dengan harga lebih terjangkau dengan kualitas terbaik,” imbuh Djonny.

Djonny menyebut saat ini presentase pasar ekspor perseroan hanya 5 persen dibandingkan pangsa pasar domestik yang mencapai 95 persen. “Pasar kita perokok kelas menengah bawah. Masih banyak yang belum digarap,” ujarnya.

Menurutnya, dengan melebarkan pasar ekspor di India dan Tiongkok akan menambah pendapatan perseroan. Pasalnya, dengan jumlah penduduk yang besar cukup mendongkrak kinerja perseroan secara signifikan.

“Ekspansi ekspor India dan Tiongkok tentu nggak bisa meramal akan dapat pertumbuhan pendapatan berapa persen. Namun secara logika 250 juta penduduk Indonesia, lalu ekspansi ke India yang penduduknya 1,5 miliar pasarnya sudah 6 kali lipat. Tiongkok begitu juga. Kalau langkah ini berhasil akan signifikan pada kinerja terutama presentasi ekspor,” tuturnya.

Sayangnya Djonny belum dapat menjabarkan lebih jauh mengenai aksi korporasi ini. Pasalnya, untuk menggarap pasar ekspor tidak semudah pasar domestik karena terpaut dengan aturan di masing-masing negara. Saat ini perseroan sudah melakukan ekspor ke pasar Malaysia, Singapura, dan Jepang.

Editor : Mohamad Nur Asikin



Close Ads