JawaPos Radar

Bank Bukopin Bukukan Laba Bersih Rp 126,7 Miliar di Kuartal I 2018

04/05/2018, 15:45 WIB | Editor: Mochamad Nur
Bank Bukopin Bukukan Laba Bersih Rp 126,7 Miliar di Kuartal I 2018
Ilustrasi teller Bank Bukopin tengah melayani nasabah (Dok. Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - PT Bank Bukopin Tbk mencatatkan kinerja positif sepanjang tiga bulan pertama 2018. Di kuartal I 2018 ini, Bank Bukopin mampu mencatatkan laba bersih sebesar Rp 126,7 miliar, tumbuh 10 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 115,18 miliar.

“Hingga triwulan I-2018 laba sebelum pencadangan mencapai Rp295,7 miliar dan laba bersih sebesar Rp126,7 miliar. Pencapaian itu menunjukkan bahwa kinerja Perseroan hingga saat ini tumbuh on track,” ujar Direktur Utama PT Bank Bukopin Tbk Eko Rachmansyah Gindo dalam keteranganya di Jakarta, Jumat (4/5).

Eko menyebut kinerja Bank Bukopin sepanjang kuartal I 2018 tumbuh sesuai target yang ditetapkan manajemen, dimana posisi laba sebelum pencadangan tumbuh sebesar 28,6 persen.

Bank Bukopin membukukan pencadangan sebesar Rp155 miliar sepanjang kuartal I 2018, sehingga menurunkn rasio NPL Net dari 6,37 persen per Desember 2017 menjadi 4,47 persen per Maret 2018.

Total Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun mencapai Rp 90,1 triliun pe 31 hingga kuartal I 2018, Eko mengungkapkan bahwa perseroan tengah melakukan konsolidasi internal dengan memfokuskan pada pengembangan bisnis berbasis ATMR rendah, penghimpunan sumber dana murah, peningkatan fee based income, serta penjualan agunan yang diambil alih.

Perseroan juga telah menyiapkan bisnis masa depan melalui bisnis startup dan aliansi fintech serta menjangkau nasabah baru dari generasi milenial dengan penerapan core banking system berbasis digital.

Perseroan juga telah membentuk satu direktorat baru yang fokus dalam pengembangan bisnis konsumer melalui peningkatan sinergi dengan Bukopin Finance dan peningkatan kerja sama dengan pengembang untuk memacu penyaluran KPR. “Pengembangan bisnis konsumer (KPM dan KPR) ini dilakukan sejalan dengan strategi peningkatan bisnis berbasis ATMR rendah,” imbuh Eko.

(nas/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up