JawaPos Radar

PT Mitra Pinasthika Mustika Bukukan Laba Bersih Rp 384 Miliar di 2017

04/04/2018, 07:01 WIB | Editor: Mochamad Nur
PT Mitra Pinasthika Mustika Bukukan Laba Bersih Rp 384 Miliar di 2017
()
Share this

JawaPos.com - PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) membukukan laba bersih Rp 384 miliar sepanjang 2017, tumbuh 6,6 persen dibanding capaian tahun 2016.

Group Chief Executive Officer MPM, Rudy Halim mengungkapkan, peningkatan laba utama dan laba bersih ini dikarenakan inisiatif cost leadership dan produktifitas yang lebih baik dari anak usahanya. Namun, di lain sisi, penjualan produk 2W dan 4W mengalami kelambatan yang menyebabkan pendapatan MPMX lebih rendah. Sepanjang 2017, perseroan membukukan pendapatan Rp 16,1 triliun, atau turun 3,1 persen.

"Tahun lalu, 2017, merupakan tahun yang menantang bagi kami, khususnya di semester pertama. Secara keseluruhan kami konsisten sehingga menghasilkan pertumbuhan yang positif. Ini terbukti dari divestasi yang kami lakukan," katanya, beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, pada April 2017, MPMX berhasil divestasi 20 persen saham MPMFinance. Lalu pada September 2017, Perseroan ini kembali membiayai Obligasi dengan Club Deal yang diatur dalam 8 bank. Selanjutnya pada Oktober 2017, perusahaan ini melakukan pembayaran dividen interim sebesar Rp 105 per saham dari hasil persetujuan RUPS Luar Biasa.

Sementara dari performa lini bisnis, pada segmen bisnis Distribusi dan Ritel kendaraan roda dua, melalui anak usahanya, MPMulia, MPMX membukukan penjualan sebanyak 843.368 unit. Meski pangsa pasar bisnis terus meningkat, namun volume penjualannya menurun 7,5 persen di periode yang sama.

"Penurunan ini disebabkan oleh tingginya jumlah bencana alam yang berakibat pada kondisi ekonomi lokal dan sentimen pasar, serta kenaikan biaya pendaftaran kendaraan pada kuartal pertama. Hal ini berdampak pada penjualan yang mengakibatkan pendapatan Perseroan mengalami penurunan 3,2 persen atau menjadi Rp 14 triliun dibandingkan tahun lalu," imbuhnya.

Lalu pada bisnis Distribusi dan Ritel kendaraan roda empat, anak usaha MPMX yakni MPMAuto, menjual 1.711 mobil Nissan-Datsun melalui 5 diler Nissan-Datsun di seluruh Indonesia.

Hasil ini menunjukkan penurunan 64 persen dari periode yang sama tahun lalu. Namun, melalui penghematan biaya dan restrukturisasi, perusahaan mampu mengurangi kerugian menjadi Rp 52 miliar atau penghematan sebesar 51 persen dari tahun 2016.

Sementara dari segmen After-market atau suku cadang kendaraan, anak perusahaan MPMX, yakni PT Federal Karyatama (MPMLubricants) yang memproduksi dan mendistribusikan pelumas Federal Oil dan Federal Mobil, mencatat volume penjualan sebanyak 61,3 juta liter pelumas, atau 3 persen lebih rendah dari tahun lalu.
Dilanjutkan dengan segmen transportasi, melalui MPMRent, jumlah penyewaan armada turun 9 persen atau menjadi 12.843 unit dibandingkan 2016. Menyikapi hal ini, perusahaan smart mobility Indonesia ini mengambil langkah dengan mengurangi pembelian kendaraan baru dan menjual kendaraan yang sudah tidak digunakan.

Rudi mengatakan, di segmen bisnis jasa keuangan, MPMFinance mencetak pertumbuhan jumlah booking amount baru menjadi Rp 5.113 miliar atau naik 27 persen dibandingkan tahun lalu. Kenaikan ini didorong pertumbuhan kredit mobil baru, pinjaman 2W baru, dan sewa pembiayaan.

"Hasil memuaskan datang dari bisnis asuransi MPMX, yaitu MPMInsurance. Perseroan berhasil mencatat pertumbuhan gross premium sebesar 25 persen dibandingkan 2016 atau menjadi Rp 483 miliar. Angka ini didapat dengan mempertahankan retensi dari klien dan mengembangkan bisnis yang ada," tuturnya.

(sab/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up