alexametrics

OJK Targetkan Penyaluran Kredit di Jatim Tumbuh 10–13 Persen

4 Februari 2019, 15:49:28 WIB

JawaPos.com – Perbankan didorong untuk memaksimalkan fungsi intermediasi. Tahun ini penyaluran kredit perbankan di Jatim diproyeksikan tumbuh 10–13 persen. Secara nasional, target penyaluran kredit 13 persen.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 4 Jawa Timur Heru Cahyono mengatakan, perbankan didorong agar bisa menyalurkan kredit sesuai target yang ditetapkan. Pada 2018, penyaluran kredit perbankan di Jatim tumbuh 10,4 persen.

”Tahun kemarin ada beberapa bank yang kurang mencapai target. Tapi, sebagian besar tercapai. Secara umum, targetnya hampir tercapai,” ujarnya seperti dikutip Jawa Pos, Senin (4/2).

Tahun ini pihaknya akan mendorong bank untuk lebih berani menyalurkan kredit dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian. Untuk itu, bank perlu menyiapkan sumber dana penyaluran kredit. Yakni, meningkatkan dana pihak ketiga (DPK). ”OJK akan mendorong bank untuk lebih ekspansif,” terang dia.

Sementara itu, non-performing loan (NPL) dinilai masih berada dalam batas aman. Yakni, tercatat sebesar 3 persen. ”NPL sebesar itu saya pikir masih terkendali. Jadi, masih ada ruang untuk mendorong ekspansi kredit,” paparnya.

Pada semester pertama ini, tidak tertutup kemungkinan bank terpengaruh pilpres dan pileg. Namun, dia berharap kondisi tersebut tidak memengaruhi rencana bank untuk mencapai target yang sudah disepakati dengan OJK.

Berdasar data hingga akhir 2018, total aset 415 bank yang beroperasi di Jatim meningkat sebesar 7,9 persen. Dana yang dihimpun juga meningkat 8,5 persen dan penyaluran kredit naik 10,4 persen.

Ada beberapa sektor dengan penyaluran kredit yang meningkat. Antara lain, sektor perikanan dan kelautan. Penyaluran kredit itu meningkat melalui program Jangkau, Sinergi, dan Guidelines (Jaring). Jumlahnya mencapai Rp 16,7 triliun dengan rasio NPL 0,99 persen. Di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), ada program peningkatan pemberdayaan melalui kredit usaha rakyat (KUR). Nilainya mencapai Rp 20,4 triliun atau tumbuh 24,6 persen.

Selain itu, pihaknya mencatat, pasar modal Jatim juga menunjukkan kinerja positif. Jumlah investor saham meningkat 37,4 persen dan investor reksa dana naik 73,5 persen. Kinerja yang baik juga ditunjukkan oleh industri keuangan nonbank dengan pertumbuhan pendapatan premi asuransi jiwa dan asuransi umum masing-masing sebesar 33,7 persen dan 23,1 persen. Juga, pertumbuhan piutang perusahaan pembiayaan sebesar 8,8 persen.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : res/c11/fal



Close Ads
OJK Targetkan Penyaluran Kredit di Jatim Tumbuh 10–13 Persen