alexametrics

Tekan Pencemaran, Pemerintah Usulkan Cukai Rp 200 per Lembar Plastik

3 Juli 2019, 06:07:22 WIB

JawaPos.com – Pencemaran lingkungan yang dikontribusikan oleh sampah plastik terus meningkat setiap tahunnya. Bahkan dampaknya sangat terasa pada perairan di Indonesia. Tak jarang video-video hewan laut seperti penyu yang meninggal akibat sampah plastik kerap viral di media sosial.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sampah plastik yang dihasilkan setiap tahun di Indonesia banyak dikontribusikan oleh retail modern. Sebanyak 90.000 gerai retail modern di Indonesia, menghasilkan 9,85 miliar lembar sampah kantong plastik tiap tahunnya.

“Data tersebut diperoleh dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani mengutip data KLHK dalam rapat kerja membahas tarif cukai kantong plastik bersama komisi XI DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (2/7).

Menurut Sri Mulyani, sampah plastik di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada 2013 misalnya, sampah plastik menyumbang 14 persen dari total sampah yang ada di Indonesia. Tiga tahun berikutnya atau pada 2016, sampah plastik menyumbang 16 persen dari total sampah di Indonesia.

“62% dari sampah plastik Indonesia adalah kantong plastik,” tegasnya.

Angka tersebut membuat Indonesia masuk ke peringkat kedua sebagai negara yang pemasok sampah ke laut. Itulah sebabnya, Sri Mulyani menyebut banyak hewan laut yang terdampak sampai meninggal akibat dampak pencemaran sampah plastik.

Pemerintah pun telah melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan penggunaan sampah plastik di Indonesia. Salah satunya dengan berbagai yang dilakukan penggiat lingkungan hidup ataupun pemerintah. Gerakan itu juga telah terlihat di beberapa daerah seperti Bogor sampai dengan Bali.

“Gerakan diet kantong plastik dan surat pernyataan dukungan cukai kantong plastik merupakan langkah baik untuk mengurangi penggunaannya,” terangnya.

Pemerintah Usulkan Tarif Cukai Plastik Sebesar Rp 200 Per Lembar

Untuk meminimalisir dampak lingkungan di atas, Sri Mulyani mengusulkan tarif cukai plastik sebesar Rp 30.000 per kilogram. Sedangkan tarif cukai per-lembar akan dikenakan biaya sebesar Rp 200.

Usulan tarif tersebut didasarkan pada benchmarking dengan negara-negara tetangga. Menurutnya, angka tersebut tergolong moderat dibandingkan tarif cukai plastik di negara lainnya.

Di Asia Tenggara, seperti Filipina, tarif cukai yang ditetapkan oleh pemerintah jauh lebih besar dari Indonesia. Negara yang berada di sebelah Utara Indonesia itu menetapkan tarif sebesar Rp259.422 per kilogram.

Selain itu, ada beberapa negara lain yang menerapkan tarif cukai plastik yang mahal. Seperti Kamboja Rp 127.173 per kilogram, Malaysia Rp 63.504 per kilogram dan Vietnam Rp 24.793 per kilogram.

“Jadi setelah dikenakan cukai, nantinya harga jual kantong plastik menjadi Rp 450-Rp 500 per lembar,” katanya.

Pemerintah memastikan penetapan tarif cukai plastik ini tidak akan berdampak besar ke inflasi. Sebaliknya, penerapan cukai kantong plastik ini sejalan dengan kebijakan yang sudah ada dari lembaga dan kementerian lainnya.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Igman Ibrahim



Close Ads