alexametrics

DJP Jatim I Targetkan Penerimaan Pajak Rp 44,81 Triliun

3 Maret 2021, 05:31:46 WIB

JawaPos.com – Pemerintah masih berusaha meningkatkan pendapatan negara. Salah satunya melalui pajak. Di tengah banyak insentif dan stimulus, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) juga menginstruksi kantor wilayah untuk memulihkan penerimaan pajak.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) DJP Jatim I John Liberty Hutagaol mengatakan, target penerimaan pajak tahun ini berkisar Rp 44,81 triliun. Target itu naik sekitar Rp 1,6 triliun dari target tahun lalu, yaitu Rp 43,1 triliun.

“Saya masih optimis wilayah Surabaya bisa mencapai target tersebut,” ucapnya setelah meresmikan Tax Center STIE Mahardhika kemarin (1/3).

Kendati demikian, tantangan untuk mencapai kinerja itu juga banyak. Apalagi, Indonesia masih harus berkutat dengan upaya penanganan pandemi Covid-19. Tahun lalu, DJP Jatim I mengumpulkan pajak senilai Rp 38 triliun atau 88,88 persen dari target. Menurut John, capaian tersebut wajar mengingat pemerintah gencar memberikan insentif dan relaksasi pajak pada berbagai sektor bisnis.

John yakin ada lebih banyak cara untuk mencapai targetnya meskipun pemerintah masih memberlakukan insentif. Salah satu caranya adalah dengan memperluas segmen wajib pajak (WP). Untuk itu, pengisian Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) bisa menjadi langkah untuk mendeteksi seberapa besar WP aktif di Jatim.

“WP (wajib pajak) yang seharusnya menyerahkan SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan) mereka ada 404 ribu. Tapi, total SPT 2019 yang disampaikan tahun lalu hanya 317 ribu,” jelasnya.

Dia mengaku bahwa menggiatkan SPT tidaklah mudah. Sebab, kebanyakan SPT datang dari WP pribadi. SPT badan di wilayah DJP Jatim 1 hanya 38 ribu dari total semua SPT.

Karena itu, kesadaran masyarakat menjadi faktor yang penting. John pun menggencarkan sosialisasi pengisian SPT. Termasuk, dengan melahirkan angkatan relawan pajak. “Tax center ini jadi fasilitas penting untuk mencetak relawan tersebut. Mereka sangat penting terutama di masa pandemi di mana semua harus serba digital,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua STIE Mahardhika Sundjoto mengatakan bahwa fasilitas tersebut juga bermanfaat bagi mahasiswanya. Itu bisa menjadi wahana awal perkenalan dunia kerja.

“Tidak sekadar ilmu di kampus. Tapi, mereka bakal lebih aktif saat terjun ke masyarakat,” ujarnya.

 

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (bil/c18/hep)




Close Ads