alexametrics

Pasar Saham Asia, Eropa, dan Amerika Suram, Emas Diburu Investor

3 Januari 2019, 09:55:15 WIB

JawaPos.com – Harga emas bersinar akibat  data aktivitas pabrik yang lemah di Eropa dan Asia. Hal tersebut menambah kekhawatiran perlambatan ekonomi global dan membebani pasar saham, meningkatkan daya tarik logam mulia.

Mengitip laman Reuters, harga emas dunia di pasar spot turun 0,2 persen menjadi USD1.279,49 per ounce pada pukul 02.02 WIB. Sedangkan, emas berjangka Amerika Serikat ditutup melonjak USD2,80 menjadi USD1.284,10 per ounce.

Saham dunia di awal 2019 tercatat suram merespons data yang buruk di seluruh Asia, zona euro dan Amerika Serikat. Hal itu mendorong investor menuju aset safe haven, seperti yen, obligasi, dan emas.

Aktivitas manufaktur zona euro hampir tidak berkembang pada akhir 2018 dalam perlambatan berbasis luas, sementara aktivitas pabrik Tiongkok juga mengalami kontraksi untuk kali pertama dalam 19 bulan pada Desember.

Harga emas dalam euro melonjak ke posisi 1.134,08 euro per ounce, level tertinggi sejak pertengahan Juni 2017. Dalam sterling, emas naik ke level tertinggi sejak awal September 2017, pada posisi 1.022,80 pound per ounce.

Harga emas spot naik sekitar lima persen bulan lalu, terbesar sejak Januari 2017. Beberapa investor memperkirakan logam mulia bakal melewati level resisten psikologis USD1.300 dalam waktu dekat.

Di antara logam mulia lainnya, palladium naik 0,16 persen menjadi USD1.266 per ounce. Perak tetap datar di posisi USD15,45 per ounce, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi sejak 31 Juli, yakni USD15,61 per ounce, sedangkan platinum turun 0,15 persen menjadi USD790,30 per ounce.

Editor : Teguh Jiwa Brata

Reporter : (mys/JPC)



Close Ads
Pasar Saham Asia, Eropa, dan Amerika Suram, Emas Diburu Investor