JawaPos Radar

BI Beberkan Alasan Keoknya Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS

02/03/2018, 05:55 WIB | Editor: Saugi Riyandi
BI Beberkan Alasan Keoknya Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS
Dolar AS (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Gejolak yang tengah dialami oleh pasar keuangan global dianggap menjadi biang keladi atas melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD). Gejolak itu pun memaksa Rupiah harus berada di level Rp 13.800 per USD.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Doddy Zulverdi mengatakan, pihaknya telah melakukan evaluasi terhadap kondisi tersebut. Hasilnya, pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) AS pada akhir Januari 2018 lalu teridentifikasi sebagai penyebabnya.

"Itulah saat kemudian setelah itu perkembangan pasar keuangan global baik pasar saham, obligasi, kemudian menjadi bergerak dengan cepat," ujarnya dalam media briefing kepada wartawan di Kantor BI, Jakarta, Kamis (1/3).

Dari pertemuan tersebut, diperkirakan suku bunga acuan AS (The Fed) akan naik lebih cepat. Padahal, sebelumnya pasar memperkirakan The Fed akan naik tiga kali di tahun ini.

"Maka ketika FOMC muncul di akhir Januari dan menunjukkan pernyataan The Fed lebih yakin naikkan suku bunga, membuat market melakukan penyesuaian terhadap ekspektasi suku bunga ke depan," imbuh dia.

Selain itu, peristiwa penghentian pemerintah atau government shutdown juga menyebabkan nilai tukar Rupiah terus keok. Hal itu pun mendorong pergejolakan dalam moneter Negeri Paman Sam itu.

"Selain faktor tax reform yang disetujui akhir tahun lalu, itu semua menimbulkan ekspektasi yield di AS akan semakin naik. Supply bond dan obligasi di AS akan membengkak. Ini kemudian kombinasi arah pernyataan The Fed, fakta defisit fiskal di AS semakin besar, menyebabkan ekspektasi kenaikan suku bunga makin kuat," pungkasnya.

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up