alexametrics

Laba Bersih Waskita Melonjak 131,72 Persen Sepanjang 2017

1 Maret 2018, 12:46:34 WIB

JawaPos.com – PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mencatat laba bersih sebesar Rp 4,201 triliun sepanjang 2017. Perolehan tersebut meroket sebesar 131,72 persen dibandingkan kinerja laba bersih yang dicapai tahun sebelumnya sebesar Rp 1,813 triliun.

Diretur Utama Waskita M. Choliq mengatakan, peningkatan signifikan pada laba bersih tersebut seiring dengan meningkatnya pendapatan usaha Perseroan pada tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp 45,21 triliun atau bertumbuh 90,04 persen dibandingkan pencapaian pada 2016 sebesar Rp 23,79 triliun.

“Sejak tahun 2014 bertumbuh 104,68 persen menjadi Rp 1,048 triliun pada 2015 dan pada Tahun 2016 meningkat 72,99 persen menjadi Rp 1,813 triliun, dan pada 2017 bertumbuh 131,72 persen menjadi Rp 4,201 triliun,” ujarnya di Jakarta, Kamis (1/3).

Sementara pada sisi nilai kontrak baru yang diperoleh perseroan sepanjang 2017 sebesar Rp55,83 triliun. Kendati nilai tersebut turun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 69,97 triliun namun nilai kontrak yang dalam pengerjaan pada 2017 meningkat menjadi Rp 138,10 triliun atau naik 32,76 persen dibandingkan tahun 2016 sebesar Rp 104,02 triliun.

Dari pos total aset, kinerja Perseroan juga mencatat lonjakan yang tinggi. Pada 2017, total aset Perseroan melonjak menjadi Rp 97,89 triliun atau 59,35 persen dari posisi sebelumnya sebesar Rp 61,43 triliun.

“Sedangkan Tahun 2013 total aset masih berada di posisi Rp 8,79 triliun, naik menjadi Rp 112,54 triliun pada 2014 dan Rp 30,31 triliun pada 2015 lalu melonjak sebesar 102,67 persen pada 2016 menjadi Rp 61,43 triliun,” tuturnya.

Demikian juga total ekuitas secara berturut turut naik dari Rp2,32 triliun pada 2013 menjadi Rp 2,77 triliun (19,39 persen) pada 2014, lalu kenaikan total ekuitas melonjak sebesar 250,18 persen yang dicatat pada 2015 menjadi Rp 9,70 triliun, kemudian naik 72,88% pada 2016 dan pada 2017 naik 35,65%menjadi Rp 22,75 triliun.

Sepanjang 2017, menurutnya, pengembangan bisnis merupakan segmen kontrak dalam pengerjaan yang paling dominan dimana kontrak tersebut sebagian besar berasal dari investasi jalan tol yang dilakukan melalui anak usaha, menempati porsi 69 persen disusul dengan kontrak-kontrak dari BUMN/BUMD sebesar 16 persen, Pemerintah 10 persen dan swasta hanya 5 persen.

Choliq menambahkan, pihknya juga memperhatikan prinsip keamanan dalam bekerja (safety first) diimplementasikan melalui sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3).

Editor : Mochamad Nur

Reporter : (mys/JPC)

Laba Bersih Waskita Melonjak 131,72 Persen Sepanjang 2017