JawaPos Radar

BNI Syariah Jaga Rasio Pembiayaan Bermasalah

01/01/2017, 09:52 WIB | Editor: Mochamad Nur
BNI  Syariah Jaga Rasio Pembiayaan Bermasalah
Ilustrasi (Dok JPNN)
Share this image

JawaPos.com - Industri perbankan syariah mulai menunjukan tren penurunan rasio kredit bermasalah alias Non Performing Loan (NPF). Berdasarkan Statistik Perbankan Syariah (SPS) yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per September 2016 tercatat NPF di level 4,3%, pada Agustus NPF sebesar 4,94%. 

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Syariah (BNI Syariah) Imam Teguh Saptono menyebut kecenderungan NPF menurun biasanya hanya sampai di bulan November. 

"Di akhir dan awal tahun, saya melihat akan ada kecenderungan naik, ini merupakan imbas dari akun yang terestrukturisasi baru terlihat di Desember," kata Imam seperti dikutip Indopos.

Imam juga menyebut, beberapa sektor yang akan menjadi penyumbang NPF tinggi antara lain pertanian, perkebunan dan kehutanan, pertambangan, industri pengolahan, listrik, air dan gas. 

Sebagai informasi, sektor listrik, gas dan air memang menjadi penyumbang NPF tertinggi yaitu sebesar 9,41%. Meski begitu, angka tersebut menurun jika dibanding bulan Agustus 2016 sebesar 14,6%. 

Tidak hanya itu, sektor pertambangan juga berperan menyumbang NPF kepada industri perbankan syariah dengan rasio kredit bermasalah sebesar 8,34% per bulan September 2016. 

Sementara sektor pertanian menyumbang NPF sebesar 5,06%.  Kendati demikian, Imam tetap mematok NPF cukup rendah dibandingkan rata-rata industri sebesar 3,1% pada akhir tahun 2016, sementara saat ini NPF BNI Syariah di level 3%. 

”Untuk 2017 kita jaga maksimal NPF 3%,” jelasnya.(ers/nas/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up