alexametrics

Energy Watch: Harga Gas Industri Layak Naik

Lebih Murah dari Gas Rumah Tangga
31 Oktober 2019, 17:03:54 WIB

JawaPos.com – Rencana kenaikan harga gas industri, yang akhirnya dibatalkan, mendapat sorotan dari Energy Watch. Menurut Direktur Energy Watch Mamit Setiawan, harga gas industri di Indonesia saat ini masih layak dinaikkan.

Mamit mengatakan, harga gas industri lebih rendah dari harga gas rumah tangga. “Gas industri hanya Rp 4.000/m3, sementara harga gas rumah tangga sekitar Rp 6.000/m3,” katanya melalui keterangan tertulis, Kamis (31/10).

Apalagi sudah hampir tujuh tahun harga gas industri tidak mengalami kenaikan. “Jadi, rasanya tak adil. Mestinya Kadin lebih bijak,” pintanya.

Sebagaimana diketahui, Rabu (30/10), pengusaha yang bernaung di bawah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia melayangkan surat ke Presiden Joko Widodo, meminta agar rencana kenaikan harga gas industri dibatalkan.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pun lantas memutuskan untuk menunda kenaikan harga gas industri. Menurut Mamit, sebetulnya harga gas industri layak dinaikkan, karena beban badan usaha hilir gas sudah berat.

“Toh, harga gas di hulu sudah naik juga. Ingat juga, harga gas industri masih lebih murah dibandingkan harga gas rumah tangga,” katanya.

Mamit menjelaskan, badan usaha hilir gas harus memperhitungkan pembangunan infrastruktur jaringan gas yang menjangkau banyak daerah. Ini membutuhkan investasi besar, termasuk biaya perawatan dan pemeliharaan.

Sementara itu, 71 persen harga gas hilir berasal dari harga gas hulu. “Untuk semua investasi itu, dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengembalikan biaya investasi tersebut,” pungkasnya.

Terpisah, pengamat ekonomi energi Universitas Gadjah Mada Fahmy Radhi menganggap kenaikan harga gas industri ini perlu dilakukan. Menurutnya, kenaikan harga jual gas juga sesuai dengan Permen ESDM 58 Tahun 2017 tentang Harga Jual Gas Melalui Pipa pada Kegiataan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi.

“Kenaikan harga gas bumi itu memang akan menaikkan harga pokok produksi bagi produk yang dihasilkan dengan menggunakan bahan baku gas. Namun, seiring dengan kenaikan harga gas itu, peningkatan layanan akan semakin meningkat,” paparnya.

Peningkatan layanan tersebut berupa inspeksi pipa dan instalasi gas milik pelanggan, peningkatan kualitas terkait monitoring system alat ukur, dan fasilitas penunjangnya.

“Selain itu, keberlanjutan pembangunan infrastruktur gas bumi akan tetap berlangsung sehingga dapat mencapai efisiensi, yang pada saatnya dapat menurunkan harga jual gas bumi ke pelanggan,” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati



Close Ads