alexametrics

Badan Usaha Penyalur Solar Bersubsidi Perlu Diperbanyak

30 April 2022, 23:49:07 WIB

JawaPos.com – Pemerintah dinilai perlu melakukan evaluasi terhadap formula harga bahan bakar minyak yang menjadi dasar dalam penetapan harga BBM subsidi maupun dasar dalam penetapan batas atas dan bawah untuk BBM umum atau nonsubsidi.

Evaluasi penting dilakukan karena formula yang ada saat ini berpotensi membuat harga BBM rentan akan dampak dari permainan para trader BBM.

Demikian disampaikan oleh Muhammad Ibnu Fajar, Anggota Komite BPH Migas Periode 2017-2021. Menurutnya, seharusnya biaya perolehan atau impor BBM tidak hanya berdasarkan indeks harga yang ditetapkan oleh lembaga pengindeks seperti Platts yang menjadi dasar harga MOPS (Mean of Platts Singapore).

Kondisi itu sangat rentan dipermainkan oleh trader di Singapura, asal BBM yang dijual oleh Pertamina. “Sebaiknya juga harus dipertimbangkan International Crude Price (ICP) terendah sebagai variabel menghitung biaya perolehan,” katanya dikutip dari Antara, Sabtu (30/4).

Ibnu menjelaskan perbaikan serta evaluasi terhadap mekanisme penyaluran BBM subsidi maupun penugasan harus dilakukan. Hal ini bertujuan untuk menghindari masalah ketika terjadi kondisi seperti sekarang.

Saat harga minyak dunia melonjak tapi tidak banyak yang bisa dilakukan pemerintah untuk mencegah kerugian badan usaha akibat ditahannya harga BBM. Menurut Ibnu, pemerintah sebaiknya harus rela dengan kondisi di lapangan saat harga minyak dunia naik harus konsisten mengikuti perubahan biaya perolehan.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads