JawaPos Radar

Perjalanan Karir Nicke Widyawati, Dari Bankir Hingga Bos Pertamina

29/08/2018, 19:19 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Perjalanan Karir Nicke Widyawati, Dari Bankir Hingga Bos Pertamina
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati (Fedrik Tarigan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Setelah memberhentikan Elia Massa Manik dari kursi Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno akhirnya resmi menunjuk Nicke Widyawati Direktur Utama definitif PT Pertamina (Persero) per Rabu (29/8).

Nama wanita kelahiran Tasikmalaya, 25 Desember 1967 itu sebetulnya tidak asing dalam kancah BUMN energi. Nicke mengawali karirnya di dunia perbankan. Dia bekerja di Bank Duta Cabang Bandung saat masih kuliah. Pada 1991, Nicke masuk ke PT Rekayasa Industri sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa Engineering, Procurement, Construction (EPC) dengan jabatan Direktur Bisnis.

Karir Nicke terus berjalan mulus, pada Desember 2014 dirinya diangkat menjadi Direktur Perencanaan PLN. Wanita lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) itu merupakan perempuan pertama yang berada di kursi tertinggi PT PLN.

Perjalanan Karir Nicke Widyawati, Dari Bankir Hingga Bos Pertamina
Perjalanan karir Nicke Widyawati, bos Pertamina pilihan Jokowi (Rofiah Darajad/JawaPos.com)

Sebelumnya, Nicke juga sempat menjabat sebagai Direktur Utama PT Mega Eltra, sebuah perusahaan kontraktor listrik di lingkungan holding PT Pupuk Sriwijaya. Hingga akhirnya pada Desember 2017 Nicke ditunjuk sebagai Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) PT Pertamina (Persero) sekaligus Ketua Komite dan Implementasi Holding BUMN Migas.

Saat itu, Rini Soemarno mengatakan, perseroan membutuhkan orang yang mampu meningkatkan kinerja SDM yang dimiliki. Dan Nicke, kata Rini, adalah sosok yang tepat untuk mengisi jabatan tersebut.

"Bu Nicke itu yang Pertamina perlukan," ujarnya di Jakarta, November 2017.

Saat Elia Massa Manik dicopot, Nicke pun didapuk menjadi Pelaksana Tugas Dirut Pertamina per 20 April 2018 merangkap sebagai Direktur Sumber Daya Manusia (SDM). Meski baru dilantik hari ini, Nicke juga sudah sering mengikuti beragam agenda Menteri BUMN Rini Soemarno.

Usai dilantik, Nicke mengungkapkan jika dirinya memiliki satu target besar di BUMN minyak dan gas (migas) tersebut. Target itu, kata dia, adalah mendorong kemandirian energi nasional.

Kalau di sisi hulu harus tambah proyek dulu supaya impor menurun, yang di sisi kilang harus tambah kapasitas supaya impor dari produk kilang itu bisa diturunkan. Kan kalau yang namanya mandiri kita bisa menyediakan semuanya dari domestik," ujarnya saat ditemui di Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Rabu (29/8).

Dari sisi hilir, lanjut Nicke, pihaknya ingin menciptakan energi yang ramah lingkungan serta terjangkau bagi masyarakat. "Artinya kalau WK (wilayah kerja) baru itu merupakan strategi pertama untuk meningkatkan produksi hulu dengan WK," terangnya.

Dia menambahkan, masuknya Pertamina dalam pengelolaan Blok Rokan pada 2021 mendatang adalah salah satu upaya perseroan dalam mendorong produksi hulu migas. Menurutnya, kontribusi dari blok tersebut dapat mendorong kemandirian energi.

"Kalau kita dapat dengan Rokan masuk di 2021, maka 60 persen pasokan hulu Indonesia itu Pertamina saja. Jadi sebetulnya hasil yang didapat dengan kita mendapatkan WK baru untuk meningkatkan porsi Pertamina di dalam total produksi nasional di hulu," tandasnya.

(ce1/uji/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up