alexametrics

Kualitas BBM di AS-Australia Lebih Tinggi, tapi HPP-nya Lebih Murah

29 April 2020, 20:30:00 WIB

JawaPos.com – Tak hanya dibanding Malaysia, harga penjualan pokok (HPP) bahan bakar minyak di Indonesia rupanya juga lebih mahal ketimbang di Amerika Serikat (AS) dan Australia. Bahkan, kualitas BBM di AS dan Australia tersebut lebih bagus dan ramah lingkungan daripada kualitas BBM di Indonesia.

Demikian penjelasan dari Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB), Ahmad Safrudin, dalam webinar Rabu (29/4). Puput, panggilan Safrudin, membandingkan bensin di AS jenis RON 95 berkadar sulfur maksimum 10 ppm (standar EURO 6), dengan bensin RON 98 berkadar sulfur maksimum 50 ppm (standar EURO 4) atau jenis Pertamax Turbo.

Harga bensin jenis RON 95/S10ppm di AS di tingkat SPBU sekitar USD 1,77 per galon, atau sekitar USD 0,46 per liter, setara Rp 7.168 per liter. Jika dirinci, maka komponen pembentuk harganya terdiri dari pajak, biaya distribusi, biaya pengilangan, dan minyak mentah.

Sehingga, harga pokoknya sekitar Rp 2.600 per liter. Sementara itu, harga Pertamax Turbo di SPBU dibanderol Rp 9.850 per liter.

Jika dirinci, maka komponen pembentuk harga ini terdiri dari alpha, Pajak BBM 5 persen, serta PPN 10 persen. Sehingga diperoleh harga pokok sebesar Rp 7.387,50 per liter.

“Di Amerika, untuk standar EURO 6 harga pokoknya sekitar Rp 2.600 per liter untuk RON 95/S10ppm. Masa (harganya) hanya sepertiga dari harga pokok bahan bakar yang standarnya EURO 4?” kata Puput heran.

Apalagi jika dibandingkan dengan Australia, yang juga sudah standar EURO 6, Puput menilai harga pokok BBM di Indonesia terlalu mahal. Harga pokok bensin RON 95/S10ppm di Australia hanya Rp 1.529,14.

“Kualitas lebih bagus, harga seperlima dari Indonesia,” katanya.

Puput pun merasa, pengambil kebijakan tidak transparan dalam memformulasikan harga BBM. Sehingga, ketika harga minyak dunia anjlok, publik pun tidak merasakan keuntungan secara adil.

“Kenapa di negara yang menganut ekonomi Pancasila, tetapi praktiknya lebih liberal, lebih kapitalis dibandingkan negara-negara tersebut?” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati

Saksikan video menarik berikut ini:





Close Ads