alexametrics

Akui Lebih Irit dan Nggak Ngebul, Sopir Bajaj Senang Gunakan BBG

28 Juni 2019, 08:15:45 WIB

JawaPos.com – Pelanggan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk terdiri dari berbagai level masyarakat dan industri. Kemudahan dan efisiensi penggunaan gas bumi menjadi salah satu alasan pelanggan PGN beralih ke gas. Salah satunya untuk bahan bakar transportasi.

Masyarakat ibukota Jakarta sangat akrab dengan moda transportasi bajaj. Dulu, bajaj berwarna merah. Kini bajaj sebagai kendaraan roda tiga, lebih ramah lingkungan dengan warna body biru. Sebab, sesuai dengan harapan menjadikan warna langit Jakarta lebih biru, bajaj juga dibuat lebih ramah lingkungan.

Seorang pengemudi bajaj, Rafiq warga Tegal, sudah sejak tahun 2007 menjadi sopir bajaj. Ketika itu, dia masih mengemudi bajaj berwarna merah. Dia juga mengikuti proses transformasi perubahan bahan bakar BBG untuk bajaj berwarna biru.

“Saya sudah bawa bajaj yang biru sejak tahun 2013. Sudah beralih pakai BBG. Lebih enak sih, lebih irit,” kata Rafiq kepada JawaPos.com baru-baru ini.

Selain itu, kelebihan lainnya adalah BBG membuat mesin bajajnya lebih halus dan terawat. Kemudian, kelebihan lainnya, bajaj dengan BBG nggak ngebul.

“Nggak ngebul kayak dulu, asap yang dihasilkan lebih sedikit. Katanya kan memang untuk membuat lingkungan lebih sehat,” ungkap Rafiq.

Pengemudi bajaj lainnya, Nurhasan warga Matraman mengungkapkan gas BBG yang dipakai untuk baham bakar transportasi jauh lebih lembut dan halus ketimbang gas untuk memasak. Sehingga dari sisi keamanan dan kenyamanan untuk penumpang jauh lebih baik.

“Beda ini sama gas yang buat masak. Lebih halus dan lembut. Dan dibanding bensin jauh lebih ramah lingkungan,” katanya.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Marieska Harya Virdhani, ARM



Close Ads