alexametrics

Lifting Migas Wilayah Sumbagut Tembus 211 Ribu Barel per Hari

25 Februari 2019, 13:25:13 WIB

JawaPos.com – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat lifting minyak bumi dan kondensat di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), berhasil melampau target yang ditetapkan pemerintah melalui APBN, pada awal 2019. Berdasarkan data operasional dokumen lifting bulan Januari 2019, lifting minyak mentah dan kondensat mencapai sekitar 222,330 ribu barel perhari.  

Adapun target APBN 2019 untuk 9 perusahaan KKKS produksi yang berkontribusi di wilayah operasi Sumbagut sekitar 211,939 barel per hari atau 4,9 persen lebih tinggi dari target APBN. 

Sementara jika dibandingkan dengan penetapan target lifting WP&B (Work Program and Budget) 202.155 barel per hari, maka angka kenaikannya mencapai 10 persen. Jumlah tersebut belum termasuk produksi minyak di laut Anambas dan Natuna Propinsi Kepulauan Riau, yang diawasi oleh Pengawas SKK Migas Pusat.

“Penerapan baru kebijakan pengawasan langsung kegiatan lifting oleh Pengawas Lapangan SKK Migas untuk mengamankan penerimaan negara mulai dirasakan hasilnya,” kata Pengawas Utama Lifting SKK Migas Sumbagut,  Yanin Kholison dalam keterangannya, Senin (25/2).

Selain pengawasan langsung oleh SKK Migas, capaian positif ini terjadi karena realisasi produksi yang membaik serta adanya  kebijakan untuk memaksimalkan lifting bulanan. Dibandingkan pada tahun sebelumnya total kenaikan pada bulan Januari tercatat sekitar 11 persen. Pada tahun 2018 sebesar 6,274,682 barel. Sedangkan pada 2019 mencapai 6,892,215 barel. 

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris SKK Migas Arief Handoko menyampaikan apresiasi kepada manajemen Perwakilan Sumbagut dan kepada seluruh Tim Pengawas Lapangan telah berhasil mengawal peningkatan capaian lifting bulan Januari.

Sementara itu, Kepala Divisi SDM SKK Migas, Hudi D Suryodipuro mengatakan, saat ini SKK Migas telah memiliki 160 pengawas lifting profesional tersertifikasi, di wilayah Sumbagut sendiri telah ditempatkan 17 pengawas lifting yang langsung ditempatkan di terminal titik serah minyak di Perusahaan KKKS.

Kepala Perwakilan Sumbagut Avicenia Darwis pada kesempatan yang sama menyampaikan terima kasih atas arahan dan dukungan positif manajemen kepada Pengawas Lifting SKK Migas. 

Avicenia juga menyampaikan apresiasi sikap profesional Pengawas lifting di lapangan ditengah situasi kendala kebakaran hutan dan asap di daerah operasi Blok Rokan di Dumai, Riau.

“Pengawas Lifting dan tim supporting bekerja profesional mengawal pergerakan lifting dan kita patut berikan apresiasi,” katanya.

Saat ini secara nasional kontribusi lifting minyak dan kondensat minyak wilayah operasi Sumbagut  sekitar 30 persen dari target APBN yang mencapai 775 ribu barel perhari. Di wilayah Sumbagut sumber produksi utama berasal dari Blok Rokan – PT Chevron Pacific Indonesia. 

Selain Chevron, terdapat KKKS Produksi minyak lainnya yaitu Pertamina EP, BOB BSP-PH, EMP Malacca Straits, EMP Tonga,  PHE Siak, PHE Kampar dan PHE NSO-NSB dan SPR Langgak. Wilayah Kerja SKK Migas Sumbagut sendiri masih mengcover wilayah migas di Propinsi Riau, Aceh dan Sumatera utara.

Editor : Saugi Riyandi

Reporter : Hana Adi

Copy Editor :

Lifting Migas Wilayah Sumbagut Tembus 211 Ribu Barel per Hari