alexametrics

Sekali Eksplorasi Lumpur Lapindo Dapat Logam Tanah Jarang dan Lithium

25 Januari 2022, 11:36:29 WIB

Eksplorasi LTJ maupun lithium, lanjut dia, harus memperhatikan pengolahan limbahnya. Sebab, biasanya ekstraksinya menggunakan asam dan basa kuat. ”Itu kan dekat sungai dan lingkungan padat penduduk juga. Jadi, kalau mau digarap serius, memang butuh biaya besar,” ujarnya.

Lukman menambahkan, kebutuhan lithium untuk pasar ke depan sangat tinggi. Apalagi target di masa depan, semua kendaraan harus bebas emisi dan menggunakan tenaga listrik. Karena itu, LTJ dan lithium harus diolah. ’’Dua-duanya (lithium dan LTJ) menarik untuk dieksplorasi. Jadi, sekali eksplorasi sekaligus didapatkan lithium dan LTJ,” kata dia.

Saat ini Tiongkok menjadi negara yang memiliki LTJ terbesar di dunia. Bahkan, Tiongkok menguasai pasar bahan baku LTJ yang dibutuhkan untuk membuat alutsista, pesawat ulang alik, dan teknologi tinggi lainnya. Jika mampu mengeksplorasi potensi LTJ tersebut, setidaknya Indonesia tidak bergantung pada negara lain. ”Kalau mau berdikari, meski LTJ angkanya kecil, tetap potensial dikembangkan. Harga LTJ itu mahal,” ucapnya.

Selain potensi rare earth atau logam tanah jarang (LTJ), kandungan penting lain ditemukan di wilayah lumpur Lapindo Sidoarjo. Koordinator Mineral, Pusat Sumber Daya Mineral, Batu Bara, dan Panas Bumi Badan Geologi Kementerian ESDM Moehamad Awaludin menjelaskan, kandungan mineral lain itu adalah critical raw material (CRM) atau mineral kritis.

Awaludin menjelaskan, CRM tidak hanya berisi unsur LTJ. Disebut mineral kritis karena memang secara bahan baku tidak ada penggantinya. ’’Kemudian, banyak negara yang bergantung pada impor karena pasokan (CRM) hanya didominasi negara tertentu. Maka dari itu disebut kritis atau CRM. Ini juga terkait dengan mineral-mineral high tech sehingga CRM memang dianggap sebagai sesuatu yang strategis,’’ ujarnya kepada Jawa Pos kemarin (24/1).

Dari hasil penelitian, potensi yang terkandung dalam mineral-mineral lumpur Lapindo yang termasuk CRM ialah berupa lithium (Li) dan strontium (Sr). ’’Yang cukup tinggi adalah lithium dengan kadar antara 99,26‒280,46 ppm dan strontium dengan kadar 255,44‒650,49 ppm,’’ imbuhnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : ayu/riq/dee/c6/c7/oni

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads