Harga Minyak Dunia Turun Imbas Kekhawatiran Pembatasan Harga Rusia

24 November 2022, 11:56:22 WIB

JawaPos.com – Harga minyak mentah dunia jatuh lebih rendah pada Rabu (23/11) atau Kamis pagi waktu Indonesia karena kekhawatiran gangguan pasokan di tengah rencana pembatasan harga tinggi untuk minyak Rusia yang akan diputuskan negara-negara kelompok tujuh atau G7.

Selain itu, mengutip Reuters, harga yang anjlok juga disebabkan oleh menumpuknya persediaan bensin Amerika Serikat (AS) yang lebih besar dari perkiraan. Adapun kini, minyak mentah berjangka Brent turun 43 sen atau 0,5 persen menjadi USD 84,98 per barel pada 0102 GMT.

Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun 35 sen atau 0,5 persen menjadi USD 77,59 per barel. Kedua kontrak patokan anjlok lebih dari 3 persen pada hari Rabu di tengah berita bahwa batas harga yang direncanakan bisa berada di atas level pasar saat ini.

Menurut seorang pejabat Eropa, G7 melihat batas atas minyak laut Rusia di kisaran USD 65-70 per barel yang dinilai tersebut lebih tinggi dari perkiraan pasar. Harga minyak juga berada di bawah tekanan setelah Administrasi Informasi Energi (EIA) mengatakan pada hari Rabu bahwa persediaan bensin dan sulingan AS telah meningkat secara substansial minggu lalu.

Peningkatan tersebut meredakan beberapa kekhawatiran tentang pengetatan pasar. Tetapi persediaan minyak mentah (USOILC=ECI) turun 3,7 juta barel dalam sepekan hingga 18 November menjadi 431,7 juta barel, dibandingkan dengan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters untuk penurunan 1,1 juta barel.

Sementara itu, Chevron Corp dapat segera mendapatkan persetujuan AS untuk memperluas operasi di Venezuela. Bahkan disetujui juga untuk melanjutkan perdagangan minyaknya setelah pemerintah Venezuela dan oposisi melanjutkan pembicaraan politik.

Dari kabar yang beredar, pihak Venezuela dan pejabat AS mendorong untuk mengadakan pembicaraan di Mexico City akhir pekan ini. Dengan pembicaraan pertama sejak Oktober 2021 ini diproyeksi dapat membuka jalan bagi pelonggaran sanksi minyak AS terhadap negara OPEC tersebut.

Sebelumnya perlu diketahui, harga minyak yang tertekan lebih rendah juga disebabkan oleh kota-kota di Tiongkok yang memberlakukan lebih banyak pembatasan pada hari Rabu. Hal itu dilakukan tak lain untuk mengendalikan peningkatan kasus virus corona yang menambah kekhawatiran investor tentang ekonomi dan permintaan bahan bakar.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : R. Nurul Fitriana Putri

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads