alexametrics

Industri Baterai EV Terbangun, Indonesia Hemat USD 2 Miliar Impor BBM

24 Juni 2021, 16:07:54 WIB

JawaPos.com – Pemerintah saat ini sedang mendorong pengembangan baterai untuk kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Harapannya dapat menekan ketergantungan impor Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis gasoline dan menghemat devisa negara sekitar USD 1-2 miliar per tahunnya.

Pasalnya, kata Direktur Utama PT Industri Baterai Indonesia Toto Nugroho, selama ini Indonesia masih mengimpor sekitar 400 ribu barel gasoline sebagai bahan bakar kendaraan bermotor. Dengan terbentuknya ekosistem kendaraan listrik maka hal itu dapat ditekan.

“Kita masih mengimpor jenis gasoline sekitar 400.000 barel. Kita akan menghemat jumlah impor BBM ke Indonesia secara signifikan,” ujarnya dalam diskusi secara virtual, Kamis (24/6).

Toto memaparkan, jika Indonesia bisa memproduksi setidaknya sekitar 600 ribu kendaraan listrik per tahun, maka akan menekan ketergantungan impor di sektor energi dengan sangat signifikan. “Kalau kita bisa mengubah ini menjadi EV, tentunya yang diproduksi dari Indonesia itu nilai saving dari nilai impor itu bisa mencapai USD 1-2 miliar per tahun,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan pabrik baterai sel (cell battery) kendaraan atau mobil listrik di Indonesia mulai dibangun Juli atau selambat-lambatnya pada Agustus 2021, dan mulai berproduksi pada 2023. Ekosistem industri kendaraan listrik ini digarap oleh konsorsium yang terdiri dari LG Energy Solution, LG Chem, LG International, POSCO dan Huayou Holding. Pabrik baterai kendaraan listrik ini akan memiliki kapasitas produksi baterai mencapai 10 giga watt per hour.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Romys Binekasri

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads