alexametrics

Tim ITS Juga Temukan Lithium di Lumpur Lapindo

24 Januari 2022, 10:43:56 WIB

JawaPos.com – Penelitian tentang potensi lumpur Lapindo sejatinya pernah dilakukan tim terpadu riset mandiri (TTRM) dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) sejak 2013. Hasil riset tersebut juga sudah dipublikasikan dan menunjukkan bahwa lumpur Lapindo memiliki kandungan lithium.

Lithium sendiri adalah bahan baku pembuatan katoda baterai. Namun, hingga saat ini kandungan logam tanah berupa lithium itu belum diteliti lebih lanjut karena terkendala modal yang cukup besar. Padahal, jika dilihat potensinya ke depan, permintaan lithium akan sangat besar.

Pakar geologi yang juga salah seorang peneliti di dalam TTRM dari ITS Dr Ir Amien Widodo mengatakan, hasil riset ITS sudah diseminarkan sejak setahun lalu.

Namun, penelitian yang dilakukan bukan pada rare earth element atau logam tanah jarang (LTJ). ”Penelitian kami lebih pada lithium. Dan memang lumpur Lapindo memiliki kandungan lithium tinggi,” katanya kepada Jawa Pos kemarin (23/1).

Meski begitu, hasil penelitian dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menemukan ”harta karun” di lumpur Lapindo berupa LTJ tersebut memang benar. Hal itu juga sudah dipaparkan dan kajian tersebut dilakukan cukup lama. ”Memang ditemukan logam tanah jarang di situ. Dan itu berpotensi, tetapi mereka masih mengebor di beberapa titik. Namun, kalau nantinya bisa dilakukan lebih detail, akan menghasilkan jumlah yang jelas,” ujarnya.

Amien menjelaskan, penelitian tentang kandungan lithium sendiri sudah dilakukan sejak lama. Lumpur Lapindo disaring dan dipisahkan lithiumnya. Saat itu tim peneliti bisa mendapatkan sekitar 8–10 ppm. Jumlah tersebut termasuk tinggi. ”Namun, kami baru mengambil sampling di beberapa tempat. Saat dipublikasikan, ada beberapa investor yang tertarik. Sayangnya, hingga kini masih belum ada investor yang masuk,” kata dia.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : ayu/uzi/c9/oni

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads