alexametrics

Bahlil Happy, Investasi Kedua Terbesar Setelah Freeport Terealisasi

24 Januari 2022, 12:32:03 WIB

JawaPos.com – Pemerintah telah meresmikan hilirisasi batu bara menjadi dimetyle ether (DME) yang harapannya dapat menggantikan gas elpiji di wilayah Sumatera Selatan. Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyebut, proyek investasi ini merupakan yang terbesar kedua dari Amerika Serikat selain PT Freeport Indonesia.

Bahlil mengungkapkan, investasi dari Amerika Serikat tersebut dari Air Products and Chemicals Inc (APCI) untuk atau gas layaknya gas elpiji. Hal itu sekaligus menepis anggapan bahwa selama ini Indonesia hanya fokus investasi pada satu negara saja.

“Investasi ini full dari Amerika Pak, bukan dari Korea, bukan dari Jepang, bukan juga dari China. Jadi, sekaligus penyampaian bahwa tidak benar kalau ada pemahaman negara ini hanya fokus investasi satu negara ini buktinya kita membuat perimbangan ini Amerika investasinya cukup gede Pak, ini investasi kedua setelah Freeport yang terbesar untuk tahun ini,” kata Bahlil melalui akun YouTube, Senin (24/1).

Bahlil memaparkan, komitmen investasi dari Air Products and Chemicals Inc (APCI) mencapai USD 15 miliar yang merupakan kerja sama dengan PT Pertamina dan PT Bukit Asam Tbk (Bukit Asam). Nantinya, investasi ini akan memproduksi Dimethyl Ether (DME), methanol atau produk kimia lainnya untuk mengurangi ketergantungan impor elpiji.

“(Tahap awal) kami menyampaikan bahwa realisasi investasi ini sebesar Rp 33 triliun, waktunya seharusnya 36 bulan, tapi kami rapat dengan Air Product kami minta 30 bulan,” ucapnya.

Bahlil mengungkapkan, dari investasi ini, akan menghasilkan banyak lapangan pekerjaan. Diantaranya, potensi lapangan pekerjaan sebanyak 12.000 sampai 13.000 dari konstruksi yang dilakukan oleh Air Product.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Romys Binekasri

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads