alexametrics

Jokowi Minta Transisi Energi Dikonkretkan

23 November 2021, 23:46:22 WIB

JawaPos.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin ada skema dan pola pendanaan yang jelas terkait transisi energi. Dia tak ingin pembicaraan energi baru terbarukan (EBT) hanya sebatas wacana. ”Saya ingin pertanyaannya ini ada kebutuhan dana sekian, caranya, dan skemanya apa yang bisa kita lakukan,” kata Jokowi dalam acara The 10th Indo Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Conex kemarin (22/11).

Jokowi tidak ingin membahas hal yang sama di hadapan para pemimpin dunia dalam forum KTT G20. Acara tersebut tahun depan digelar di Bali. Dalam dua tahun terakhir, KTT membicarakan berbagai hal terkait transisi energi. Namun, pembahasan hanya buntu pada wacana. Tidak ada rencana yang konkret.

Presiden menyatakan, dalam waktu dekat harus ada rencana yang jelas. Kalau tidak ada peta jalan yang jelas, dia meminta untuk menghentikan rencana itu. ”Pusing, tapi nggak ada hasilnya,” ujar dia. Indonesia, jelas Jokowi, memiliki modal yang besar terkait EBT. Indonesia memiliki hydropower, biotermal, bayu, panel surya (solar panel), biofuel, hingga arus bawah laut. ”Potensinya sangat besar,” tuturnya.

Meski demikian, batu bara masih menjadi andalan. Hal ini terkait harga yang masih murah. Jika harus diganti, Jokowi sadar pembiayaannya akan besar. Pertanyaannya adalah siapa yang akan membayar gapnya. Negara tidak bisa membayar karena mencapai ratusan triliun rupiah.

”Dibebankan masyarakat, tarif listrik naik? Juga tidak mungkin,” ujar Jokowi. Dia meminta ada langkah konkret dengan kalkulasi yang riil. ”Kalau bisa mentransisikan pasti ada yang naik. Lha pas naik ini siapa yang bertanggung jawab?” katanya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : lyn/c9/oni

Saksikan video menarik berikut ini: