alexametrics

Berharap Pada Ahok untuk Tingkatkan Kinerja Pertamina

23 November 2019, 19:01:44 WIB

JawaPos.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Tohir menunjuk Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama (BTP) sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). Dalam penetapan itu, Ahok diharapkan dapat menjadi sosok pendobrak untuk meningkatkan kinerja perusahaan plat merah tersebut.

Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan mengungkapkan langkah pertama yang harus dilakukan Ahok adalah memastikan program-program yang tengah dilakukan Pertamina dijalankan dengan baik.

“Saya kira kalau harus ngapain, dia harus memastikan program-program pembangunan kilang, RDMP (Refinery Development Masterplan Program), NGRR (New Grass Root Refinery) berjalan. Dia bisa memberikan masukan dan menyelesaikan target yang diberikan pemerintah,” ungkapnya kepada JawaPos.com, Sabtu (23/11).

Sebab, saat ini masih terdapat hambatan-hambatan yang menghalangi pengerjaan kilang. Salah satunya adalah pengembangan Kilang Cilacap antara Pertamina dan Saudi Aramco yang tertunda karena masih menunggu penghitungan hasil valuasi proyek.

“Kemarin kan masih ada hambatan untuk membangun kilang-kilang yang direncanakan untuk upgrading ini, saya kira harus tetap dijalankan, Pak Ahok harus mengawal dan memastikan ini tetap berjalan,” ujarnya.

Berdasar itu, koordinasi internal antara Ahok dengan direksi harus dilaksanakan secepat mungkin. Pembahasan, tentunya terkait dengan apa kendala dan bagaimana pengerjaan kilang tersebut hingga bisa berlangsung begitu lama.

“Jadi, mungkin nanti dia bisa jadi step stone sendiri agar proses pembangunan kilang bisa terealisasi. Harus dipastikan juga terkait lifting migas Pertamina bagaimana agar bisa terus meningkat, bagaimana Pertamina bisa melakukan investasi di luar karena lapangan-lapangan migas kita kan sudah tua, bagaimana pertamina bisa melakukan eksplorasi,” jawabnya.

Mamit mengatakan bahwa proses pembangunan kilang hingga perbaikan defisit neraca dagang akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. “Hasilnya memang tidak akan terlihat mungkin dalam 2 sampai 3 tahun ke depan, karena biasanya bisa memakan waktu lima tahun kalau kilang ini memang berjalan,” tutupnya.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Saifan Zaking


Close Ads