alexametrics

Lebih Untung Kalau Naikkan Tarif Pelanggan TR, Pengamat: Tapi Kasihan

22 Mei 2022, 14:50:27 WIB

JawaPos.com – Pemerintah memutuskan untuk melakukan penyesuaian tarif listrik pada golongan pelanggan di atas 3.000 VA. Keputusan tersebut juga telah disetujui oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Langkah ini diambil karena adanya kenaikan harga Indonesian Crude Price (ICP) hingga faktor inflasi. Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menilai, itu tidak akan memberikan dampak yang signifikan pada pengurangan beban APBN. Apalagi jika hanya sektor rumah tangga yang dikenakan penyesuaian.

Namun, bagaimana jika golongan rumah tangga dengan tegangan rendah (TR), yakni 900 VA dengan harga 1.352 per kWh, 1.300 VA dan 2.200 VA sebesar Rp 1.444,7 per kWh ikut dinaikkan?

Untuk diketahui, harga keekonomian ketiga golongan tersebut sudah mencapai Rp 1.533,1 per kWh atau naik Rp 181,1 per kWh. Terkait itu, Mamit mengatakan bahwa hal itu akan memberikan dampak signifikan terhadap penyimpanan dana APBN untuk kompensasi listrik.

“Pelanggan sangat besar hampir 25 juta pelanggan. Cukup besar lah penerimaannya, mungkin bisa mencapai penghematan Rp 4 triliunan,” terang dia ketika dihubungi JawaPos.com, Minggu (22/5).

Dengan adanya revisi APBN 2022, maka ada tambahan pengeluaran sebesar Rp 24,5 triliun, terdiri dari tambahan untuk subsidi listrik Rp 3,1 triliun dan untuk kompensasi Rp 21,4 triliun. Adapun total subsidi listrik tahun ini menjadi Rp 59,6 triliun.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Saifan Zaking

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads