alexametrics

PGN Minta Restu Tetap Impor Agar Harga Gas Turun

22 Januari 2020, 19:52:26 WIB

JawaPos.com – Mantan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar resmi ditunjuk menjadi komisaris utama (Komut) PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk dalam RUPSLB Selasa (21/1). Arcandra menggantikan posisi IGN Wiratmaja Puja. Setelah RUPSLB, Arcandra yang mengenakan batik dan jaket PGN menyampaikan harapan-harapannya dalam memimpin perusahaan pelat merah tersebut.

“Dengan penunjukan sebagai komisaris utama, saya berharap bisa menggali potensi-potensi yang dapat ditingkatkan, baik dari sektor infrastruktur maupun beberapa anak usaha hulu dan hilir.”

Arcandra menambahkan, sebagai sosok baru di PGN, dirinya berharap bisa bekerja sama dengan lebih baik, khususnya dengan jajaran komisaris dan direksi yang sedang menjabat. “Saya minta dukungan kepada komisaris yang masih menjabat untuk membangun PGN lebih baik ke depan,” ujarnya.

Direktur Utama (Dirut) PGN Gigih Prakoso menegaskan, pihaknya akan berkonsultasi tentang realisasi rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) 2020 yang di dalamnya berfokus pada beberapa hal. Termasuk penurunan harga gas industri. “Tugas PGN bukan hanya business entity, tapi juga harus mendukung penugasan pemerintah, terutama dalam distribusi dan transmisi gas. Salah satu yang ditargetkan adalah harga gas,” jelas Gigih.

Mengenai strategi penurunan harga gas, saat ini PGN mendiskusikan beberapa opsi yang bisa dilakukan. Salah satu opsi adalah penerimaan negara bukan pajak (PNBP). “Opsi ini bergantung pada kebijakan pemerintah dan SKK Migas. Kami pun telah berdiskusi dengan Kementerian ESDM agar bisa mencapai harga gas USD 6 per MMBTU,” kata Gigih.

Opsi kedua, domestic market obligation (DMO) dapat membantu mewujudkan harga gas yang tepat sasaran. Kebutuhan gas industri juga diharapkan bisa dipenuhi dari DMO dan harga khusus 320 MMSCFD. Selain itu, impor bisa menjadi opsi atau penyeimbang jika ditemukan harga jauh lebih kompetitif.

“Kami akan tetap membuka peluang atau kesempatan bila dimungkinkan dalam impor, dalam memberikan harga khusus untuk sektor industri tertentu,” ungkapnya.

Sementara itu, hari ini (22/1) PT Garuda Indonesia Tbk menyelenggarakan RUPSLB untuk mengisi kursi komisaris utama dan direktur utama. Sebelumnya, Kementerian BUMN menjanjikan bahwa nama-nama baru yang mengisi perusahaan penerbangan pelat merah tersebut diumumkan saat RUPSLB. Dalam beberapa hari terakhir, kabar tentang kandidat pengisi kursi Komut dan Dirut Garuda Indonesia bertebaran.

Untuk kursi Komut, nama Chairul Tanjung diisukan akan menjadi pengganti Sahala Lumban Gaol. Di posisi Dirut, mencuat nama Irfan Setiaputra yang pernah menjabat direktur utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Inti). Namun, saat dimintai konfirmasi tentang nama-nama tersebut, Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga enggan berkomentar.

Pada kesempatan sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir hanya sedikit memberikan bocoran bahwa nama-nama yang bakal menjabat Komut dan Dirut Garuda sudah dikantongi. “Sesuatu yang menarik (untuk ditunggu pengumumannya, Red). Dirut dan Komutnya,” katanya.

TARGET STRATEGIS PGN 2020

Pembangunan terminal LNG kapasitas 40 BBTUD dan LNG Filling kapasitas 10 BBTUD di Teluk Lamong

Penyelesaian transmisi Gresik–Semarang

Pengembangan infrastruktur distribusi di Sumatera-Jawa

Pengembangan jargas rumah tangga di 48 wilayah kota/kabupaten

Sumber: PGN

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (agf/c14/oki)



Close Ads