alexametrics

Pemerintah Naikkan Tarif Listrik Golongan di Atas 3.000 VA

21 Mei 2022, 11:14:48 WIB

Tambahan itu diperlukan agar melindungi masyarakat dari imbas kenaikan harga. “Karena pilihannya hanya dua. Kalau tidak ada tambahan subsidi energi dan kompensasi, harga BBM dan listrik naik. Maka, sebaliknya,” ujarnya.

Ani memerinci, tambahan subsidi itu terdiri atas subsidi BBM dan LPG sebesar Rp 71,8 triliun serta subsidi listrik Rp 3,1 triliun. Pemerintah sudah menanggung kompensasi listrik dengan alokasi anggaran Rp 21,4 triliun. Semula anggaran kompensasi listrik tidak tersedia dalam APBN 2022.

Secara keseluruhan, kompensasi energi melambung menjadi Rp 234,6 triliun dari Rp 18,5 triliun sehingga anggarannya ditambah sebesar Rp 216,1 triliun. Perinciannya, kompensasi BBM bertambah Rp 194,7 triliun yang terdiri atas solar Rp 80 triliun dan pertalite Rp 114,7 triliun serta anggaran kompensasi listrik ditambah Rp 21,4 triliun.

“Jadi, anggaran untuk kompensasi akan melonjak dari yang tadinya hanya dialokasikan Rp 18,5 triliun,” beber dia.

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu menjelaskan, per 30 April 2022, PLN sudah menarik pinjaman sebesar Rp 11,4 triliun dan akan menarik pinjaman kembali pada Mei–Juni. Dengan demikian, total pinjaman Rp 21,7 triliun hingga Rp 24,7 triliun.

“Jika tidak ada tambahan kompensasi dari pemerintah, pada Desember 2022 arus kas operasional PLN akan defisit Rp 71,1 triliun,” tutur Menkeu.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (dee/c12/dio)

Saksikan video menarik berikut ini: