alexametrics

Biaya Tak Lebih Rp 100 Ribu, Warga Rusun Klender Nyaman Pakai Jargas

19 November 2019, 15:39:37 WIB

JawaPos.com – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) terus menyebar manfaat bagi masyarakat dalam memanfaatkan gas alam. Salah satu yang menikmati layanan gas yang didistrbusikan PGN ini adalah Rumah Susun (Rusun) Klender yang berlokasi di Jakarta Timur. Salah satu rusun yang dikembangkan Pemerintah pertama ini telah menggunakan gas bumi atau alam dalam aktivitas kesehariannya sejak tahun 1984.

Salah satu penghuni rusun, Agung, 29, berkata bahwa dirinya sejak lahir sudah tinggal di rusun tersebut dan memakai gas alam hanya untuk memasak. Dalam kesehariannya, ia merasakan kemudahan atas jaringan gas yang didapatkan.

“Saya lahir tahun 90an, dan rusun ini kan dari tahun 1984. Iya betul (mudah) kan tinggal gasnya dinyalakan dan gasnya itu langsung masuk masuk ke kompor, penggunaannya untuk memasak aja,” terangnya kepada JawaPos.com di lokasi, Jakarta, Selasa (19/11).

Biaya yang dikeluarkan ketika memakai gas juga lebih murah ketimbang memakai tabung LPG. Keamanan juga sangat terjamin, karena ketika ada kebocoran, kejadian itu dapat segera diketahui dan diatasi dengan cepat oleh petugas.

“Nggak sampai Rp 100 ribu, gas alam itu lebih irit menurut saya daripada LPG dan juga lebih aman, kalau ada percikan api tidak akan meledak seperti LPG, lebih aman menurut saya,” tutur dia.

Ilustrasi alat ukur pemakaian gas pelangan di Rumah Susun (Rusun) Klender, Jakarta Timur. (Saifan Zaking/JawaPos.com)

Penghuni lainnya yang bernama Mia, 38, berkata, gas alam sangat mudah dan praktis. Menurutnya, hal itu lebih efisien daripada harus membeli tabung LPG ketika persediaan habis.

“Aman, aman banget, nggak ada kebocoran sama sekali yang pasti hemat ya untuk ibu rumah tangga. Buat aku pribadi nggak ada kekurangannya, nggak capek angkat tabung gasnya, kita nggak capek masang-masang gas, nggak ribet, nggak akan kehabisan gas juga. Nggak buang-buang waktu deh,” terang dia.

Sama dengan Agung, ia menuturkan dirinya hanya mengeluarkan uang sebesar Rp 38.000 dalam sebulan ketika menggunakan jargas. “Untuk saya yang jarang memasak, sebulan itu cuma habis Rp 38 ribu termasuk abudemen, kurang dari Rp 100 ribu lah,” jelasnya.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Saifan Zaking, ARM



Close Ads