alexametrics

Lampaui Target, TKDN Industri Hulu Migas Capai 58 Persen

19 Mei 2022, 19:19:47 WIB

JawaPos.com – Industri hulu minyak dan gas (migas) juga berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah. Salah satu caranya adalah menggenjot pemanfaatan perusahaan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal dalam proyek migas.

Plt Deputi Pengendalian Pengadaan SKK Migas Rudi Satwiko mengatakan, langkah itu sudah tecermin pada aturan yang dibebankan kepada kontraktor kontrak kerja sama (KKKS). Mereka harus memperhatikan pemanfaatan perusahaan daerah di proyek yang pengadaan barang atau jasanya sudah di atas USD 1 juta.

“Sehingga industri hulu migas bisa menciptakan multiplier effect (efek berganda) yang cukup signifikan,” paparnya dalam Pra Forum Kapasitas Nasional Jabanusa di Surabaya.

Selaras dengan kewajiban tersebut, SKK Migas terus memetakan cara untuk meningkatkan TKDN (tingkat komponen dalam negeri) selaras dengan target produksi 1 juta barel minyak per hari (bopd) dan 12 miliar kaki kubik gas (bscfd) pada 2030. Sejak 2015, SKK Migas sudah mendorong agar TKDN bisa mencapai 50 persen.

Sedangkan, angka tersebut sudah mencapai 58 persen per September 2021. Angka itu telah melebihi target awal 2021, yakni 57 persen.

Kepala Perwakilan SKK Migas Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) Nurwahidi berharap Forum Kapasitas Nasional menjadi wadah yang akan mempertemukan para pemangku kepentingan untuk bertemu. Misalnya, pihak pabrikan, vendor, serta UMKM-UMKM binaan dalam lingkup industri penunjang hulu migas di wilayah Jabanusa.

Dia mencontohkan, mitra binaan KKKS Medco E&P Indonesia, PT Indal Steel Pipe, berhasil membukukan nilai proyek yang meningkat dua kali lipat berkat pembinaan yang dilakukan SKK Migas dan KKKS. Atau, CV Bojonegoro Langgeng Control (BLC), yang bergerak di bidang pengadaan dan sewa peralatan mesin, kini mencatat rata-rata omzet per tahun di kisaran angka Rp 6 miliar.

“Seharusnya, hal itu bisa meningkatkan ekonomi lokal sehingga tak semua manfaat industri hulu migas diambil perusahaan asing,” tuturnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (bil/c6/dio)

Saksikan video menarik berikut ini: