alexametrics

Pertamina Gaet Investor Dari Arab Dalam Pembangunan Kilang Balikpapan

16 Januari 2020, 12:20:40 WIB

JawaPos.com – PT Pertamina (Persero) dan perusahaan asal Uni Emirat Arab (UEA) melakukan penandatanganan Refinery Investment Principle Agreement di sektor pengolahan. Salah satu perjanjiannya adalah memastikan percepatan pengembangan Refinery Development Master Plan (RDMP) RU V Balikpapan.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan, penandatangan perjanjian ini merupakan bentuk komitmen Pertamina dan Mubadala sebagai salah satu investor yang menyatakan minat untuk pengembangan RDMP Balikpapan. Perjanjian ini memiliki prinsip untuk melanjutkan proses kemitraan ke tahap uji tuntas dan negosiasi.

“Ini menunjukkan adanya keseriusan kedua belah pihak untuk mencapai kesepakatan bisnis dalam rangka mempercepat pembangunan RDMP Balikpapan, sebagaimana yang diamanahkan Pemerintah kepada Pertamina,” terangnya dalam keterangan tertulis, Kamis (16/1).

Keputusan ini merupakan langkah yang tepat. Sebab, Pertamina juga saat ini tengah mencari equity investor (mitra investasi modal) untuk bergabung dalam mengembangkan RDMP RU V Balikpapan.

Proses tersebut telah dimulai pada Mei 2019 dengan penerbitan project teaser kepada calon investor yang terdiri dari perusahaan migas internasional, perusahaan perdagangan, dan investor keuangan. “Setelah project teaser diterbitkan, beberapa investor telah mengirimkan Letter of Interest kepada Pertamina dan proses selanjutnya akan dilakukan project sounding dan kunjungan ke kilang Balikpapan bagi investor yang tertarik,” lanjutnya.

Untuk RDMP Balikpapan, pihaknya menargetkan bahwa mitra yang akan digaet berasal dari financial investor (perusahaan investasi keuangan). Mengingat proyek telah memasuki tahapan konstruksi dan sudah ada skema tolling.

“Dengan kondisi tersebut, Mubadala adalah salah satu financial investor yang berpotensi sesuai dengan kriteria yang ditetapkan Pertamina. Selain itu, Mubadala juga dipandang memiliki kompetensi teknis yang diharapkan dapat membantu Pertamina dalam hal manajemen proyek,” tuturnya.

Perjanjian tersebut ditandatangani di hadapan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan Putra Mahkota Abu Dhabi dan Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Uni Emirat Arab (UEA) Syaikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan CEO Petroleum & Petrochemicals Mubadala Investment Company Musabbeh Al Kaabi di Abu Dhabi, UEA, Senin (12/1).

Editor : Banu Adikara

Reporter : Saifan Zaking

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads