alexametrics

Faisal Sebut Bocor Ekspor Bijih Nikel ke RRT, BPS: Di Data Kami Nihil

15 Oktober 2021, 17:05:03 WIB

JawaPos.com – Badan Pusat Statistik (BPS) angkat bicara merespons dugaan kebocoran ekspor bijih nikel ke Tiongkok seperti yang diungkapkan oleh ekonom senior Faisal Basri beberapa waktu lalu. Kepala BPS Margo Yuwono menegaskan tidak ada ekspor bijih nikel ke Tiongkok pada 2020 lalu.

“Data ekspor bijih nikel pada tahun 2020 itu data ekspornya nggak ada, nol, nihil. Dari rilis kamu pada tahun 2020 bahwa ekspor bijih nikel ke Tiongkok angkanya nol atau nihil,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (15/10).

Sebelumnya, ekonom Senior Universitas Indonesia Faisal Basri mengatakan, meskipun pemerintah telah melarang ekspor nickel ore atau bijih nikel, namun masih ada penemuan ekspor bijih nikel ke negara Tiongkok. Adapun pelarangan ekspor biji nikel tersebut untuk menciptakan nilai tambah komoditas Tanah Air.

Ia mengungkapkan, General Customs Administration of China mencatat tahun 2020 masih ada 3,4 juta ton impor dari Indonesia dengan nilai USD 193,6 juta atau setara Rp 2,8 triliun. Padahal, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tidak ditemukan ekspor untuk bijih nikel pada tahun 2020.

“Berdasarkan data BPS tidak ada ekspor untuk kode HS 2604 nickel ore and concentrate,” ujarnya dalam acara CORE Media Discussion, Selasa (12/10).

Menurutnya, pemerintah dapat mengantisipasi munculnya potensi kerugian dengan berbagai cara. “Cara melacaknya gampang. Kita hitung saja produksi smelter berapa, kebutuhannya normal berapa, dan dia beli untuk proses produksi berapa,” jelasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Romys Binekasri




Close Ads