JawaPos Radar

Rupiah Anjlok, Jokowi Minta Pertamina Borong Minyak dari Dalam Negeri

14/08/2018, 18:31 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Rupiah Anjlok, Jokowi Minta Pertamina Borong Minyak dari Dalam Negeri
Presiden Jokowi resmikan PLTB Sidrap di Sulawesi Selatan (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pemerintah semakin serius dalam menghadapi pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS). Berbagai upaya dilakukan untuk mendongkrak cadangan devisa guna menstabilkan nilai tukar.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Agung Pribadi mengungkapkan, salah satu upaya pemerintah di sektor energi adalah dengan mendorong PT Pertamina (Pertamina) untuk membeli seluruh lifting minyak kontraktor kontrak kerja sama (KKKS).

Hal itu disampaikannya usai Presiden Joko Widodo melakukan rapat terbatas dengan sejumlah menteri termasuk di antaranya Menteri ESDM Ignasius Jonan di Istana Negara.

"Hari ini Pak Menteri hadiri ratas, ada arahan beberapa Presiden (Jokowi) terkait ESDM yang ditindaklanjuti salah satunya adalah untuk lifting minyak di KKKS untuk dibeli Pertamina seluruhnya jadi tidak diekspor. Sisanya dibeli Pertamina," ujarnya kepada wartaawan di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (14/8).

Perihal regulasinya, Agung mengungkapkan akan segera diselesaikan oleh SKK Migas. Hal ini, katanya, dilakukan guna mengurangi impor minyak Pertamina.

"Fasilitasi regulasinya dari SKK Migas mudah-mudahan dalam waktu dekat diselesaikan. Bagian KKKS harus dibeli oleh Pertamina, tapi ini menunggu aturan. Untuk mengurangi impor tujuannya. SKK Migas fasilitasi regulasi dan lain-lain, berlaku secepatnya," jelasnya.

Sayang, Agung tidak menjelaskan detil mengenai aturan tersebut. Pasalnya, Pertamina juga telah memiliki kontrak impor jangka panjang. Dia hanya menegaskan dengan aturan itu, nantinya KKKS tidak boleh ekspor lantaran hasil liftingnya akan dibeli Pertamina.

"KKKS enggak boleh ekspor. Tanya SKK Migas, bagaimana dia sikapi. Bentuk regulasinya belum jelas permen atau apa. Kilang sesuai apa engga, soal kontrak jual beli itu ya menyusul nanti," tutupnya.

Sekedar informasi, data SKK Migas semester I-2018 menunjukkan sejumlah KKKS memiliki total lifting minyak yang cukup besar.

PT Chevron Pacific Indonesia menjadi KKKS terbesar di Indonesia dengan produksi minyak 207.148 barel per hari (bph). Capaian perusahaan migas asal Amerika Serikat itu sekitar 97 persen dari target Dallam APBN 2018 sebesar 213.551 bph.

Kemudian ada Mobil Cepu Ltd sebesar 209.922 bph atau 102,4 persen dari target 205.000 bph. Posisi ketiga ditempati oleh PT Pertamina EP sebesar 70.031 bph atau 81,6 persen dari target 85,869 bph.

Selanjutnya ada anak usaha Pertamina, PT Pertamina Hulu Mahakam, yang mengelola Blok Mahakam, sebesar 46.376 bph atau 96,1 persen dari target 48.271 bph. Kelima, CNOOC sebanyak 30.876 bph atau 102,9 persen dari 30.000 bph.

Terakhir, Pertamina Hulu Energi ONWJ Ltd. mencatatkan lifting sebanyak 30.489 bph atau 92,4 persen dari target 33.000. Sisanya diproduksi oleh kontraktor lain. Total realisasi lifting minyak selama semester I-2018 770.999 bph atau 96,4 persen dari target APBN 800.000 bph.

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up