alexametrics

Imbas Covid-19, Realisasi Elektrifikasi 2020 Hanya Separo dari Target

14 Januari 2021, 16:28:14 WIB

JawaPos.com – Persebaran virus SARS-CoV-2 berdampak besar pada target sektor ketenagalistrikan. Pembangunan pembangkit listrik sepanjang 2020 hanya mencapai 55 persen dari sasaran. Akibatnya, penambahan transmisi dan elektrifikasi terhambat.

Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana menyatakan, target pembangunan pembangkit listrik tahun lalu adalah 5.209,48 mw. Namun, realisasinya hanya 2.866,6 mw.

“Infrastruktur dari pembangkitan, transmisi, gardu induk, jaringan distribusi, itu semuanya di bawah 60 persen. Most likely karena Covid-19,” ujarnya Rabu (13/1).

Selama pandemi, Rida harus merancang ulang rangkaian pembangunan infrastruktur. Segala aktivitas pembangunan yang melibatkan tenaga kerja asing juga terganggu akibat pembatasan mobilitas.

“Terpaksa target COD (commercial operation date) dimundurkan,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri ESDM Arifin Tasrif menjelaskan bahwa rasio elektrifikasi yang semula ditargetkan 100 persen terealisasi 99,2 persen. Selain itu, konsumsi listrik yang dipatok 1.142 kWh/kapita terealisasi 1.089 kWh/kapita. Namun, menurut dia, elektrifikasi meningkat 14,85 persen dalam enam tahun terakhir.

“Ada satu daerah yang masih harus ditingkatkan. Yaitu, NTT. Mudah-mudahan, pada 2021 ini, bisa kami angkat di atas 95 persen,” tutur Arifin.

Tahun ini Kementerian ESDM menargetkan rasio elektrifikasi mencapai 99,9 persen. Dengan begitu, hampir semua wilayah di tanah air akan teraliri listrik sampai akhir 2021.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (dee/c14/hep)


Close Ads