alexametrics

Dirjen Gatrik Akui Indonesia Masih Impor Listrik dari Malaysia

14 Januari 2021, 12:19:06 WIB

JawaPos.com – Rasio elektrifikasi di Indonesia terus meningkat didorong program 35.000 megawatt (MW). Meski begitu, ternyata ada saja daerah yang listriknya dipenuhi dari impor.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan (Gatrik), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rida Mulyana mengungkapkan, ternyata ada rasio impor listrik Indonesia sebesar 0,54 persen. Rasio yang sangat kecil tersebut menunjukkan tingkat kemandirian energi, khususnya listrik.

“Adakah sebagian yang listrik yang dikonsumsi dalam negeri itu diantaranya datang dari luar negeri? Nyatanya ada,” aku Rida dalam konferensi pers virtual, Rabu (13/1).

Impor listrik tersebut merupakan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Malaysia yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik di wilayah Kalimantan Barat. “Kita kerja sama bilateral dengan Malaysia, tepatnya Serawak sana, lebih khusus lagi Kalimantan Barat yang secara bilateral G to G, tentu pelaksananya adalah korporasi BUMN kelistrikan PLN dan di Malaysia Sesco, yang kerja sama untuk jual beli listrik atau ekspor impor listrik,” jelasnya.

Kapasitas listrik yang diimpor dibandingkan konsumsi masyarakat kurang lebih hanya 0,54 persen. “Itu kalau diperkirakan di megawattnya itu berkisar 100-120 MW,” ucapnya.

Ia berharap, pembangkit listrik di sekitar Kalimantan Barat segera rampung. Sehingga Indonesia tak perlu lagi impor listrik dari Malaysia, dan justru bisa ekspor.

“Mudah-mudahan nanti dalam waktu tidak begitu lama kalau sekiranya pembangkit di sekitar Kalimantan Barat itu sudah selesai maka pada saatnya kita akan membalikkan situasi, yaitu mengekspor listrik dari Indonesia ke Malaysia dengan jalur yang sama,” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Romys Binekasri


Close Ads