alexametrics

Pertamina Sudah Antisipasi Pelemahan Rupiah Lewat Lindung Nilai

13 Mei 2018, 06:30:27 WIB

JawaPos.com – Pelemahan Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) mencapai puncaknya pekan ini, Rupiah tembus angka psikologis Rp 14 ribu per USD. Hal ini tentunya membuat pengusaha yang menjalankan aktifitas impor menjadi was-was, termasuk PT Pertamina (Persero).

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati mengaku menguatnya Dolar AS terhadap mata uang di negara-negara emerjing market memang memberikan pengaruh bagi perusahaan. Akan tetapi, Pertamina sudah lebih dulu melakukan antisipasi dengan cara hedging.

“Kita lakukan hedging, untuk menjaga itu, kita ada kebijakan untuk hedging,” ujar Nicke di Jakarta, Sabtu (12/5).

Pertamina Sudah Antisipasi Pelemahan Rupiah Lewat Lindung Nilai
ilustrasi mata uang Dolar Amerika Serikat. (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

Diakui Nicke, setiap tahunnya perusahaan sudah mengalokasikan hedging baik untuk menjaga kurs maupun melakukan saat transaksi impor. Namun, Nicke tak dapat menyebutkan berapa alokasi yang digelontorkan Pertamina untuk melakukan hedging.

Hedging atau lindung nilai adalah kegiatan yang dilakukan oleh seorang investor seperti Pertamina untuk mengurangi atau menghilangkan suatu sumber resiko ketika Dolar AS tengah perkasa terhadap Rupiah. Dengan melakukan lindung nilai, maka Pertamina bisa mengurangi resiko valas yang dilakukan sebagai transaksi impor.

Sebagai infromasi, data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia menunjukkan rupiah pada perdagangan Rabu (9/5) berada di kurs tengah Rp 14.074 atau terdepresiasi 38 poin dari perdagangan sebelumnya Rp 14.036. Rupiah diperdagangkan di kisaran Rp 14.144 (kurs jual) dan Rp 14.004 (kurs beli).

Editor : Saugi Riyandi

Reporter : (uji/JPC)

Pertamina Sudah Antisipasi Pelemahan Rupiah Lewat Lindung Nilai