alexametrics

Kurangi Pemborosan Energi, Gedung Pelu Terapkan Konsep Green Building

13 Maret 2019, 18:12:34 WIB

JawaPos.com – Green Building Council Indonesia (GBC Indonesia) terus mendorong tumbuhnya bangunan pintar di Indonesia. Hal itu ketika teknologi sistem bangunan dapat mengotomasi dan meningkatkan kinerja bangunan dan kawasan yang menerapkan metodologi bangunan hijau (Green Building) dalam melakukan efisiensi sumber daya, konservasi sumber daya dan memungkinkan upaya berbagi sumber daya.

Chairperson Green Building Council Indonesia (GBC Indonesia) Iwan Prijanto mengatakan, semua upaya berkelanjutan ini dapat dilakukan tanpa menurunkan kenyamanan dan produktivitas pengguna bangunan dan kawasan, bahkan dapat meningkatkan nilai bangunan dan kawasan secara umum.

Iwan menjelaskan, bangunan pintar menggunakan sistem operasional otomatis, yaitu Internet of Things untuk mengontrol prosesnya. Ini berdampak pada desain dan konstruksi, penggunaan energi, dan posisi karyawan berinteraksi dengan ruang.

“Sistem diintegrasikan dan data dikumpulkan dan dianalisa untuk mengurangi pemborosan energi dan biaya operasional dan pada akhirnya meningkatkan kualitas hidup manusia dan kinerja bisnis,” ujarnya di restoran Kembang Goela Jakarta, Rabu (13/3).

Untuk melakukan ini, kata Iwan, kekuatan teknologi baru termasuk perangkat mobile, sistem berbasis komputasi awan, kecerdasan buatan (AI), self-monitoring dan platform kolaboratif dimanfaatkan untuk membuat peningkatan yang mendasar pada kinerja bangunan.

“Teknologi digital juga mengubah bagaimana bangunan yang sedang dibangun atau diperbarui dirancang dan dikembangkan,” tuturnya.

Pertengahan 2018 lalu, Schneider Electric telah memperkenalkan EcoStruxure Building Advisor yang merupakan portofolio layanan komprehensif yang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan penghuni dan nilai aset dan secara bersamaan mengurangi biaya pengoperasian.

Sebagai bagian dari EcoStruxure Building, EcoStruxure Building Advisor memungkinkan para ahli kelistrikan dan otomasi untuk mengolah data secara jarak jauh menjadi wawasan yang dapat diprediksi dan lebih akurat untuk pengambilan keputusan dan tindakan yang lebih cepat dan tepat, mendorong 33 persen lebih sedikit pengaduan/komplain dari penghuni, penurunan 29 persen dalam biaya pemeliharaan yang tidak terjadwal dan pengurangan biaya energi rata-rata 20 persen.

Sebagai informasi, EcoStruxure Building adalah bagian dari Arsitektur EcoStruxure Schneider Electric. EcoStruxureTM merupakan platform dan arsitektur sistem yang terbuka, interoperable, dan berbasis IoT. EcoStruxure memberikan nilai yang lebih tinggi akan keselamatan, keandalan, efisiensi, keberlanjutan, dan konektivitas bagi pelanggan kami.

EcoStruxure memanfaatkan kemajuan dalam IoT, mobilitas, penginderaan, cloud, analisa, dan cybersecurity untuk menghadirkan Inovasi di Setiap Level; yang mencakup Connected Products, Edge Control, dan Aoos, Analytics & Services. EcoStruxureTM telah diimplementasikan di 480.000 lokasi, dengan dukungan 20.000+ integrator dan pengembang sistem, menghubungkan lebih dari 1,6 juta aset yang dikelola melalui 40+ layanan digital.

Editor : Saugi Riyandi

Reporter : Romys Binekasri

Copy Editor :

Kurangi Pemborosan Energi, Gedung Pelu Terapkan Konsep Green Building