alexametrics

Tembus Target, Royalti Tambang Kalteng Terkumpul Rp 1 Triliun Lebih

12 Juni 2019, 06:45:32 WIB

JawaPos.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus memacu peningkatan pendapatan daerah. Salah satunya dengan mendorong peningkatan royalti dari sektor pertambangan.

Dengan semakin meningkatnya pemasukan dari sektor tersebut, maka bagi hasil yang masuk ke Kalteng juga semakin besar. Gubernur Sugianto Sabran mengatakan, upaya untuk meningkatkan royalti harus didukung semua pihak.

Terutama, mereka yang terlibat dalam pengawasan lalu lintas angkutan tambang. Dengan pengawasan yang maksimal diharapkan tidak ada angkutan yang melintas tanpa dokumen resmi.

“Dalam beberapa tahun terakhir, memang terlihat peningkatan royalti. Tapi bicara soal keinginan untuk terus membuatnya meningkat, tentu tidak lepas dari kerja keras semua. Pengawasan di lapangan harus betul-betul diperkuat,” katanya dikutip dari Radar Sampit (Jawa Pos Group), Rabu (12/6).

Sugianto mengingatkan instansi terkait dalam hal ini Dinas Perhubungan dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalteng,untuk meningkatkan pengawasan di pos-pos pemantauan. Selain itu, mereka juga diminta koordinasi dengan pihak Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) agar pengawasan di semua titik bisa lebih terkontrol.

“Pengawasan ini sebagai upaya menuntut kepatuhan pengusaha terhadap kewajibannya, sehingga berimplikasi pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD),” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Kalteng, Ermal Subhan mengakui, sampai sekarang ini royalti dari sektor pertambangan sudah terkumpul sekitar Rp 1 triliun lebih dan sudah melampaui target Rp 750 miliar. Meski demikian pihaknya akan terus memasuk agar sampai akhir tahun capaiannya sama dengan tahun lalu, yakni Rp 2 triliun.

“Jadi, kami akan mencoba menaikkan terus pemasukannya. Kalau sampai Rp 2 triliun, tentu optimis sekalipun hasilnya tergantung hasil produksi,” kata Ermal.

Ia mengakui kepatuhan perusahaan membayar royalti sudah cukup baik, meski di satu sisi masih saja ada upaya tidak menaati aturan. Untuk mengatasi perusahaan yang tidak taat aturan, pihaknya bersama terkait akan melakukan pengawasan secara berkelanjutan, terutama di pos keluar masuk angkutan tambang.

Disinggung mengenai produksi produk pertambangan, Ermal mengklaim saat ini tidak ada kendala meski beberapa waktu lalu sempat mengalami masalah, khususnya distribusi dan harga yang sempat mengalami penurunan.

“Kemarin harga sempat turun, namun sekarang sudah sedikit naik. Aliran sungai yang sempat surut beberapa waktu lalu, sekarang tidak lagi. Jalur pengiriman sudah lancar, dan tentu ini berpengaruh terhadap produksi,” pungkasnya.

Editor : Estu Suryowati