alexametrics

Sambungkan 1,2 Juta Listrik Gratis, Pemerintah Siapkan Rp 6 T

12 Februari 2019, 16:44:55 WIB

JawaPos.com – Tahun ini, rasio elektrifikasi ditargetkan bisa meningkat menjadi 99,9 persen. Artinya, hampir seluruh masyarakat dan wilayah di Indonesia harus terlistriki hingga akhir 2019. Sayangnya, masih banyak warga miskin yang belum menikmati sambungan listrik karena terkendala biaya.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengungkapkan, pemerintah menyiapkan 1,2 juta sambungan listrik gratis bagi masyarakat kurang mampu. ’’Ada rencana tambahan penyertaan (modal) negara sekitar Rp 6 triliun. Itu bisa memberikan sambungan listrik gratis tahun ini,’’ ujar Jonan dikutip Jawa Pos, Selasa (12/2).

Jumlah sambungan mungkin masih bertambah dari APBN melalui dana Kementerian ESDM sebanyak 100 ribu–150 ribu sambungan. Ditambah bantuan dari corporate social responsibility (CSR) BUMN.

Sambungan gratis tersebut merupakan upaya pemerataan energi di Indonesia. Selama ini masyarakat dibebankan biaya Rp 1-2 juta untuk penyambungan listrik baru. Nilai itu terhitung berat bagi masyarakat tidak mampu.

’’Mikirnya bukan untung rugi, tetapi pemerataan pembangunan yang lebih baik,’’ tuturnya.

Dia pun optimistis target rasio elektrifikasi tahun ini dapat terealisasi. Pihaknya mencatat bahwa rasio elektrifikasi masih tersisa 2 persen atau setara 5,2 juta warga belum menikmati listrik. Pada 2018, rasio elektrifikasi nasional mencapai 98,05 persen.

Selain pemasangan listrik gratis, pemerintah berupaya menerangi wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) dengan membagikan LTSHE (lampu tenaga surya hemat energi). Pada 2018, pemerintah berhasil membagikan 175.782 LTSHE. Tahun ini, target LTSHE yang dibagikan mencapai 98.481 unit. Selain itu, pemerintah menjanjikan tidak menaikkan tarif listrik hingga akhir 2019.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menilai, elektrifikasi membuka kesempatan memanfaatkan listrik guna membangun ekonomi berdasar potensi lokal yang ada. ’’Kalau rasio elektrifikasi nasional naik, diharapkan masyarakat memiliki kehidupan yang lebih baik saat ini dan masa depan,’’ kata Jonan.

Tantangan terbesar pemerintah saat ini adalah ketersediaan infrastruktur kelistrikan untuk menjangkau desa-desa terpencil, pulau-pulau kecil, dan daerah tertinggal masih terbatas. Baik jaringan listrik maupun kapasitas pembangkit. Lalu, kemampuan masyarakat, khususnya rumah tangga miskin, membayar biaya sambungan baru juga rendah.

”Jadi, solusi untuk meningkatkan elektrifikasi adalah pemerintah membangun jaringan listrik hingga ke pelosok,’’ jelasnya.

Pembangunan infrastruktur butuh dana besar, sedangkan dana terbatas. Kapasitas fiskal pemerintah terbatas karena ada prioritas-prioritas pembangunan lainnya yang harus dipenuhi. Jika nanti listrik sudah masuk ke pulau-pulau kecil, biaya membeli minyak tanah untuk penerangan bakal berkurang.

’’Kualitas sinar lampu juga lebih baik sehingga dapat membantu masyarakat melakukan sejumlah kegiatan pada malam hari,’’ ungkapnya.

Pengamat energi UGM Fahmy Radhi menyatakan, pemasangan listrik gratis bagi penduduk makin mempercepat rasio elektrifikasi. Pemasangan listrik di daerah terpencil mendorong tumbuhnya bisnis dan industri di daerah tersebut.

’’Sehingga meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan rakyat,’’ pungkas Jonan.

Editor : Saugi Riyandi

Sambungkan 1,2 Juta Listrik Gratis, Pemerintah Siapkan Rp 6 T