JawaPos Radar | Iklan Jitu

Empat WK Migas Diperpanjang 20 Tahun, RI Dapat Bonus Rp 73 Miliar

11 Juli 2018, 12:52:37 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Empat WK Migas Diperpanjang 20 Tahun, RI Dapat Bonus Rp 73 Miliar
ilustrasi. Pengeboran migas lepas pantai. (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jakarta, Rabu (11/7), telah ditandatangani empat Kontrak Bagi Hasil Gross Split yang berakhir kontrak kerja samanya pada 2019 dan 2020. Keempat Kontrak Bagi Hasil ini merupakan Kontrak Perpanjangan dan Pengelolaan bersama antara Kontraktor Eksisting bersama Pertamina dengan jangka waktu selama 20 tahun.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Djoko Siswanto menuturkan ada empat Kontrak Bagi Hasil yang ditandatangani, diantaranya Kontrak Bagi Hasil Wilayah Kerja Bula dengan Kontraktor adalah Kalrez Petroleum (Seram) Ltd.

“Kalrez Petroleum sekaligus juga sebagai Operator. Kontrak Bagi Hasil Wilayah Kerja Bula saat ini (eksisting) akan berakhir pada 31 Oktober 2019,” kata Djoko di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (11/7).

Selanjutnya, adalah Kontrak Bagi Hasil Wilayah Kerja Salawati dengan Kontraktor Petrogas (Island) Ltd. yang juga sekaligus sebagai Operator dan PT Pertamina Hulu Energi Salawati. Kontrak Bagi Hasil Wilayah Salawati saat ini (eksisting) akan berakhir pada 22 April 2020.

Ketiga, Kontrak Bagi Hasil Wilayah Kerja Kepala Burung dengan Kontraktor Petrogas (Basin) Ltd. juga sekaligus sebagai Operator dan PT Pertamina Hulu Energi Salawati Basin. Kontrak Bagi Hasil Wilayah Kerja Kepala Burung saat ini (eksisting) akan berakhir pada 14 Oktober 2020.

Keempat, adalah Kontrak Bagi Hasil Wilayah Kerja Malacca Strait dengan Kontraktor EMP Malacca Strait S.A (sekaligus sebagai Operator) dan PT Imbang Tata Alam. Kontrak Bagi Hasil Wilayah Kerja Malacca Strait saat ini (eksisting) akan berakhir pada 4 Agustus 2020.

“Partisipasi Interest yang dimiliki oleh para Kontraktor tersebut termasuk Partisipasi Interes 10 persen yang akan ditawarkan kepada BUMD,” tuturnya.

Total Bonus tanda tangan (signature bonus) dari empat Kontrak Bagi Hasil tersebut adalah sebesar USD 5,5 juta atau setara Rp 73,7 miliar. Sedangkan perkiraan total nilai Investasi dari pelaksanaan komitmen kerja pasti lima tahun pertama adalah sebesar USD 148,4 juta atau setara Rp 1,9 triliun dengan asumsi nilai tukar Rupiah sesuai APBN 2018 adalah sebesar Rp 13.400 per dolar Amerika Serikat.

(uji/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up