alexametrics

Kebijakan Harga Gas Industri USD 6 per MMBTU, Kadin: Mana Hasilnya?

11 Juni 2021, 12:58:01 WIB

JawaPos.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai, penerapan kebijakan harga gas USD 6 per MMBTU (Million British Thermal Unit) kepada 7 industri tertentu belum memberikan dampak yang signifikan. Wakil Komite Tetap Industri Hulu dan Petrokimia Kadin Indonesia, Achmad Widjaja mengatakan, padahal sudah lebih dari setahun kebijakan tersebut berlaku.

“Ini sudah setahun, apa yang dikerjakan, mana hasilnya? Kita harus ekspansi, kalau enggak kita balik lagi jalani bisnis as usual,” ujarnya dalam keterangannya, Jumat (11/6).

Menurutnya, setelah lebih dari setahun kebijakan harga gas USD 6 per MMBTU dijalankan, belum terlihat ketujuh industri itu melakukan inovasi, meningkatkan daya saing, dan memberikan multiplier effect seperti yang diharapkan.

“Evaluasi ini perlu dilakukan sesegera mungkin, dan tidak perlu menunggu sampai 2024,” ucapnya.

Ia memandang, jika kebijakan ini diberlakukan terlalu lama tanpa memberi dampak ekonomi yang sepadan, maka negara akan semakin dirugikan. “Maklum, dengan penetapan harga USD6 per MMBTU pendapatan pemerintah dari penjualan gas menurun drastis,” ungkapnya.

Sementara, lanjutnya, untuk mengurangi potensi kerugian negara, Achmad meminta Kementerian ESDM juga ikut mengawasi industri-industri mana saja yang sudah memanfaatkan fasilitas gas murah tersebut, dan mana yang belum. Sekaligus memastikan bahwa penyerapannya optimal dan merata, terhadap tujuh sektor industri yang termaksud dalam aturan.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Romys Binekasri

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads