JawaPos Radar | Iklan Jitu

Distribusi LPG 3 Kg Bermasalah, Orang Kaya Juga Ingin Nikmati Subsidi

11 Maret 2019, 18:07:39 WIB
Distribusi LPG 3 Kg Bermasalah, Orang Kaya Juga Ingin Nikmati Subsidi
TAK BERHAK: Keberadaan LPG 3 Kg yang diharapkan mampu memberikan kemudahan masyarakat miskin pasca penghapusan minyak tanah subsidi belum terealisasi sesuai harapan. Sebab, sampai saat ini pengguna barang subsidi ini justru mereka yang tidak berhak. (Dok. Radar Kaltara/Jawa Pos Group)
Share this

JawaPos.com - Distribusi terbatas Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (kg) masih bermasalah. Di Kecamatan Nunukan, dan Nunukan Selatan, Kalimantan Utara misalnya, LPG bersubsidi ini mengalami kelangkaan karena juga dikonsumsi oleh masyarakat golongan mampu.

Aturan penyaluran dari pemerintah sulit diterapkan di lapangan. Bahkan, harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp 16.500 per tabung tak berjalan sebagaimana mestinya.

Persoalan ini sudah lama terjadi tanpa solusi. Bahkan, semakin hari semakin parah saja. Contohnya, keberadaan pengecer ilegal yang jumlahnya sudah hampir sama banyak dengan pangkalan resmi.

Bahkan, para pengecer ilegal ini justru lebih aktif berjualan dibanding pangkalan resmi yang merupakan titik terakhir penyaluran LPG bersubsidi kepada warga kurang mampu itu. Sekretaris Disdag Nunukan Hasan Basri Mursali mengungkapkan, kelangkaan LPG 3 kg tidak akan terjadi jika warga mampu tidak ikut menggunakannya.

Padahal sudah jelas tertulis di tabung LPG 3 kg itu, bahwa LPG tersebut hanya untuk warga miskin. Semestinya, kata dia, orang-orang kaya menggunakan LPG nonsubsidi yang telah disiapkan, baik ukuran 5,5 kg atau 12 kg milik PT Pertamina.

"LPG 3 kg itu memang buat warga kurang mampu. Yang jadi masalah itu warga mampu yang juga mau menikmati. Jadi, barangnya pasti tidak cukup karena kuotanya sesuai dengan warga kurang mampu saja," kata Hasan Basri dikutip dari Radar Tarakan (Jawa Pos Group), Senin (11/2).

Lantaran tak ada sanksi bagi orang-orang kaya yang menyedot hak milik orang miskin ini, Hasan Basri hanya bisa mengimbau untuk beralih menggunakan LPG nonsubsidi. Untuk bahan bakar rumah tangga jenis ini, pemerintah pun memastikan ketersediaan pasokan yang sangat cukup.

"Jika kesadaran itu dilakukan warga mampu, saya yakin, kelangkaan LPG 3 kg tidak terjadi lagi. Karena, kuota yang diterima selama ini berdasarkan usulan keluarga kurang mampu," ujarnya.

Editor           : Estu Suryowati
Reporter      : jpg

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini