JawaPos Radar | Iklan Jitu

Bertemu WNI di Jepang, Menteri Jonan Paparkan Prestasi Pemerintah

11 Maret 2019, 10:14:26 WIB
Bertemu WNI di Jepang, Menteri Jonan Paparkan Prestasi Pemerintah
Menteri ESDM Ignasius Jonan (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan bertemu dengan warga negara Indonesia di Jepang untuk memaparkan capaian sektor energi dalam 4 tahun Pemerintahan Presiden Joko Widodo. Acara berlangsung di Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Jepang, di Tokyo, Minggu (10/3).

Dalam paparannya kepada WNI yang hadir dari kalangan akademisi dan professional, Jonan mengatakan, target utama dari pemerintahan Presiden Joko Widodo di sektor energi adalah melanjutkan kebijakan pemerintahan sebelumnya. Namun demikian, kata Jonan, titik fokus pemerintahan Jokowi adalah pemerataan pembangunan di semua daerah khususnya di bidang energi.

"Selama 4 tahun yang dilakukan pemerintah adalah kelanjutan dari pemerintah sebelumnya. Itu tidak bisa dilakukan secara mendadak. Kita fokus pada pemerataan pembangunan. Khususnya energi," ujar Jonan dalam keterangannya, Senin (11/3.).

Untuk pembangkit listrik, lanjut Jonan, PT PLN (Persero) tengah melakukan kajian mengenai penggunaan minyak sawit (crude palm oil atau CPO) sebagai bahan bakar pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).

"Pembangkit listrik PLN dicoba menggunakan minyak kelapa sawit. Sekarang dipersiapkan kilang di Plaju dari minyak kelapa sawit menjadi minyak diesel," tambah Jonan.

Kementerian ESDM memberi tenggat waktu paling lama dua tahun seluruh PLTD sudah menggunakan CPO. Salah satu upaya Kementerian ESDM dalam pemerataan akses listrik adalah membagikan Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) untuk 2.519 desa yang belum berlistrik.

LTSHE dibagikan pada daerah di mana pembangunan sistem jaringan transmisi dan distribusi akan memakan waktu yang panjang, memiliki tantangan konstruksi dan biaya yang besar. LTSHE menyumbang 0,12 persen dari rasio elektrifikasi nasional.

"Sebelumnya ada 2.519 desa yang belum menikmati listrik sampai akhir 2016. Daerah-daerah ini, kalau membangun sistem jaringan transmisi dan distribusi itu akan makan waktu yang panjang. Yang kedua, tantangan konstruksi maupun biaya juga besar sekali. Akhirnya Pemerintah memutuskan, kita membangun LTSHE. Ini kita pasang untuk bisa menutupi gap layanan listrik untuk daerah-daerah yang sangat terpencil," terang Jonan.

Hingga kuartal III-2018, sebanyak 22.820 unit LTSHE telah terpasang dan 87.742 unit lainnya sedang dalam proses distribusi. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral berencana untuk mengaliri setidaknya 2.500 desa se-Indonesia hingga akhir 2019

Dalam memberikan penjelasan pencapaian pemerintah di bidang energi, Ignasius Jonan juga menampilkan video dokumentasi Kementerian ESDM selama 4 tahun pemerintahan Jokowi.

Duta Besar Indonesia untuk Jepang Arifin Tasrif menyambut baik tatap muka Menteri ESDM Ignatius Jonan dengan WNI yang tinggal di Jepang.

"Paparan ini bisa menjadi sorotan WNI di Jepang terkait prestasi Indonesia di bidang energi," kata Arifin Tasrif.

Muhammad Huda, mahasiswa S2 jurusan energi di Tokyo Institute of Technology (Tokodai) Okayama, Tokyo, salah satu peserta yang hadir dalam pertemuan ini, mengapresiasi ketersediaan energi dari Pemerintah. Huda berharap kedepannya pemerintah dapat meningkatkan konsumsi listrik dalam negeri termasuk pemerataan ongkos produksi PLN.

"Soal ketersediaan mereka bagus ya. Yang sangat urgent adalah meningkatkan konsumsi listrik," ungkap Huda

Editor           : Saugi Riyandi

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini