alexametrics

SKK Migas: Realisasi Lifting Migas Capai 1,8 Juta Barel Per April 2019

10 Mei 2019, 09:51:07 WIB

JawaPos.com – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengungkapkan data realisasi lifting migas hingga April 2019 mencapai 1,8 juta barel setara minyak per hari. Rincian meliputi lifting minyak 750 ribu barel per hari (bopd) dan lifting gas 5.909 juta kaki kubik per hari (MMscfd). Jumlah ini telah mencapai 89 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 2 juta bopd.

Kepala Satuan kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto menyatakan capaian itu dinilai dapat diproyeksikan meningkat. Pasalnya, kata dia, saat ini telah ada 11 proyek utama yang akan mulai berproduksi (onstream) di tahun 2019.

“Dengan tambahan produksi mencapai 13.587 bopd dan 1.172 MMscfd, kami optimistis pada akhir tahun target lifting dapat tercapai,“ kata Dwi dalam siaran pers yang diterima JawaPos.com, Jumat (10/5).

SKK Migas: Realisasi Lifting Migas Capai 1,8 Juta Barel Per April 2019
Ilustrasi pengeboran minyak lepas pantai (Pixabay.com)

Dia menjelaskan, satu proyek yang sudah onstream di tahun 2019 adalah Proyek Terang Sirasun Batur Phase 2 oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Kangean Energy Indonesia dengan estimasi produksi sebesar 120 MMscfd dan investasi sebesar USD 214 juta. Terdapat lima proyek dengan aktualisasi di atas 60 persen yang diharapkan dapat onstream di semester satu dan lima proyek lainnya yang akan onstream di semester dua tahun 2019.

Sementera itu, investasi hulu migas hingga bulan April sebesar USD 3,17 miliar. Jumlah ini, kata dia, masih di bawah target tahun 2019 sebesar USD 14,79 miliar. Kendati demikian, masih ada tambahan investasi dari komitmen kerja pasti (KKP) di wilayah kerja Jambi Merang pada tahun ini sejumlah USD 38,1 juta.

Jadi, secara kumulatif, tambahan investasi dari KKP dan komitmen pasti (KP) hingga tahun 2026 mencapai USD 2,16 miliar untuk kegiatan eksplorasi dan eksploitasi. “Khusus untuk kegiatan eksplorasi, dalam KKP dan KP sudah dialokasikan sebesar USD 1,14 miliar untuk meningkatkan penemuan eksplorasi,” ujar Dwi.

Untuk menarik minat investor dan peningkatan investasi dalam kegiatan eksplorasi, sejak tahun 2018 SKK Migas mencanangkan “Exploration Roadshow” ke enam negara dengan mempromosikan sepuluh area giant field. Tidak hanya itu, SKK Migas gencar mendorong kegiatan eksplorasi yang masif dengan membentuk Indonesia Oil and Gas Institute (IOGI) pada 30 April lalu. Langkah ini merupakan bukti keseriusan SKK Migas untuk mencari potensi giant discovery.

Rasio penggantian cadangan (reserve replacement ratio/RRR) hingga April 2019 sekitar 21 persen dari target yang ditetapkan 100 persen. Menurut Dwi, bukan karena rendahnya kegiatan eksplorasi di awal tahun 2019, tetapi karena banyaknya penemuan dari kegiatan eksplorasi namun belum disahkan dalam plan of development (POD).

​Aktivitas eksplorasi sepanjang 2 tahun terakhir, ada 16 sumur yang telah dibor dengan estimasi total investasi sekitar USD 170 juta. Apabila melihat penemuan eksplorasi di tahun 2019, sampai dengan April 2019 terdapat lima sumur eksplorasi yang berhasil menemukan hidrokarbon, yaitu sumur Pauman-1, Benewangi-J1X, Randuwangi-1, MSBY-03, dan KBD-2X. Penemuan-penemuan baru ini tentunya akan menyokong lifting migas di masa yang akan datang.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Igman Ibrahim



Close Ads