Selamatkan Devisa Negara, Pemerintah Harus Kurangi Impor Minyak Mentah

09/09/2018, 11:54 WIB | Editor: Ilham Safutra
Ilustrasi: Indef meminta pemerintah menekan impor minyak mentah. Impor minyak mentah sangat menguras devisa. (Issak Ramadhani/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Lembaga kajian ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyarankan pemerintah untuk perlunya melakukan pengurangan impor minyak mentah secepatnya. Sebab Impor minyak mentah menjadi salah satu penyumbang terbesar kebutuhan dolar AS.

Ekonom Indef Bhima Yudistira mengungkapkan, secara rata-rata, Indonesia harus mengimpor 800 ribu barel minyak per hari. "Jika harga minyak dunia di angka USD 75 per barel, lalu dikalikan volume kebutuhan minyak, kebutuhan dolar untuk impor minyak mentah USD 60 juta per hari. Ini sangat menguras valuta asing dalam negeri," papar Bhima di Jakarta kemarin (8/9).

Dia menyatakan, program B20 atau pencampuran BBM (bahan bakar minyak) dengan biodiesel sebesar 20 persen cukup bagus dalam mengurangi impor minyak mentah. Hanya, menurut dia, pemerintah memang perlu memperhatikan kesiapan SPBU (stasiun pengisian bahan bakar umum) dan mesin kendaran non-PSO (public service obligation). Sebab, tidak dimungkiri, biodiesel dari turunan minyak sawit memiliki kelemahan di suhu tertentu akan membeku.

Jika pemerintah memaksa kendaraan non-PSO menggunakan B20, diperlukan insentif. 

(vir/c10/kim)

Berita Terkait

Rekomendasi