JawaPos Radar

Pemerintah Usul Tambahan Subsidi Energi, Banggar DPR RI Menyetujui

09/07/2018, 13:17 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Pemerintah Usul Tambahan Subsidi Energi, Banggar DPR RI Menyetujui
()
Share this image

JawaPos.com - Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyetujui penambahan subsidi energi yang diusulkan pemerintah.  Melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pemerintah mengusulkan subsidi listrik Rp 53,96 triliun hingga Rp 58,89 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan subsidi listrik dalam Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) 2018 yakni sebesar Rp 52,66 triliun.

"Kebijakan subsidi listrik untuk skala rumah tangga 450 VA dan rumah tangga miskin dan rentan daya 900 VA mengacu Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin (DTPPFM)", kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Djoko Siswanto di Komplek Parlemen beberap waktu lalu.

Dia menerangkan, subsidi listrik dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami penurunan, mulai lebih dari Rp 100 triliun sekitar tahun 2012 hingga kurang dari Rp 50 triliun pada tahun 2018 ini. Dalam hal ini, ia mengaku pemerintah terus mendukung agar biaya pokok produksi listrik terus menurun sehingga nilai subsidi juga berkurang.

Usulan subsidi listrik juga didasarkan pada asumsi nilai tukar sebesar Rp 13.700-14.000/USD, ICP 60-70 USD per barel dengan Inflasi sebesar 3,5 persen. Banggar DPR juga menyetujui lifting minyak sebesar 722 hingga 805 ribu barel per hari dan lifting gas bumi sebesar 1,2 juta hingga 1,3 juta barel setara minyak per hari. Sehingga total usulan target migas untuk tahun 2019 sebesar 1,9 hingga 2,1 juta barel setara minyak per hari.

"Pemerintah selalu mendorong agar KKKS terus melakukan peningkatan produksi untuk mencapai Target Lifting Migas 2019 dengan menjalankan program kerja utama hulu migas dan penerapan teknologi yang tepat,” terangnya.

Sementara itu, dalam APBN 2019 volume BBM bersubsidi dipatok sebesar 16,76 - 17,18 juta KL, yang terdiri dari minyak tanah sejumlah 0,59 - 0,65 juta KL dan minyak solar sebesar 16,17 - 16,53 juta KL. Untuk LPG 3 KG, volume yang diusulkan sebesar 6,825 - 6,978 Juta Metrik Ton.

Yang keempat adalah subsidi tetap solar, usulan RAPBN TA 2019 diusulkan subsidi tetap untuk solar sebesar Rp 1.500 – Rp 2.000 per liter, atau naik Rp 1.000 - Rp 1.500 per liter dari APBN 2018 sebesar Rp 500 per liter.

Sedangkan, asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) untuk 2019 dipatok sebesar USD 60 - 70 per barel. Djoko mengatakan hal tersebut didasarkan kepada pemulihan pertumbuhan ekonomi global akan berdampak pada peningkatan permintaan energi termasuk minyak mentah dunia. Adanya peningkatan produksi di Amerika Serikat diperkirakan juga akan terjadi peningkatan pasokan dan mempengaruhi proyeksi harga minyak dunia.

"Dinamika harga minyak sangat sulit diduga, berdasarkan proyeksi beberapa pihak dalam Polling Reuters dan Short Term Energy Outlook dari US-DOE, harga minyak dunia tahun 2019 diperkirakan pada kisaran USD 60,86 - 66,39 per barel", paparnya.

(uji/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up