PGN Pasok Gas Pabrik Baja Otomotif Senilai USD 300 Juta di Cilegon

08/08/2018, 11:33 WIB | Editor: Saugi Riyandi
PGN pasok gas ke pabrik baja (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memasok kebutuhan gas pabrik Galvanizing, Annealing, and Processing Line (GAPL) milik PT Krakatau Nippon Steel Sumikin (KNSS) yang beroperasi di Cilegon, Banten. Produk baja yang dihasilkan pabrik KNSS senilai USD 300 juta tersebut akan digunakan untuk memasok kebutuhan industri otomotif nasional.

Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama menuturkan, perusahaannya ditetapkan sebagai pemenang tender penyaluran gas untuk keperluan produksi pabrik GAPL milik KNSS pada 15 April 2016. Sesuai dengan permintaan pelanggan, PGN berhasil menyelesaikan pembangunan infrastruktur pipa gas distribusi menuju pabrik, sehingga bisa melakukan gas in tepat waktu pada tanggal 1 Februari 2017.

Rachmat mengatakan, PGN berpotensi menyalurkan gas sebanyak 1,32 juta meter kubik per bulan seiring dengan meningkatnya permintaan industri otomotif akan cold rolled steel (CR), galvannealed steel (GA), dan hot-dip galvanized steel (GI) yang mampu diproduksi pabrik tersebut.

"Dengan beroperasinya pabrik ini, diharapkan industri otomotif yang ada di Indonesia seperti Toyota, Suzuki, Nissan, Daihatsu, dan lain-lain dapat mengalihkan bahan baku yang tadinya impor menjadi membeli dari KNSS, sehingga PGN dapat mendukung KNSS berkontribusi meningkatkan perekonomian dalam negeri," kata Rachmat dalam keterangan resmi, Rabu (8/8).

Pabrik GAPL milik KNSS memiliki kapasitas produksi bahan baku industri otomotif sebanyak 480 ribu metrik ton per tahun. KNSS sendiri merupakan perusahaan joint venture antara Nippon Steel & Sumitomo Metal Corporation (NSSMC) dari Jepang dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dari Indonesia, yang merupakan pelanggan besar gas PGN.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian (ILMATE Kemenperin) Harjanto, mengapresiasi beroperasinya pabrik yang diharapkan mampu menyerap 280 orang tenaga kerja itu. Karena pabrik baja di dalam negeri membuktikan tidak hanya mampu memasok kebutuhan sektor konstruksi, tetapi kini sudah mampu memenuhi kebutuhan industri otomotif.

"Pabrik KNSS ini akan memacu pengoptimalan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN). Selain itu, ekonomi Indonesia juga diuntungkan karena bisa menghemat devisa dari substitusi impor, peningkatan pendapatan pajak, serta penggunaan bahan baku dan tenaga kerja lokal," kata Harjanto.

Menurut data Kementerian Perindustrian, produk baja yang cukup banyak digunakan di sektor otomotif adalah jenis hot rolled steel coil (HRC), cold rolled steel coil (CRC), dan Galvanized Steel.

Direktur KNSS Djoko Muljono menambahkan, pengalaman perusahaannya menghasilkan lembaran baja berkualitas dan bermutu tinggi akan meningkatkan standar kualitas mobil yang diproduksi di dalam negeri.

(ce1/srs/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi