alexametrics

Pemerintah Perlu Waspadai Kenaikan Harga Minyak

7 April 2019, 20:08:24 WIB

JawaPos.com – Harga minyak terus merangkak naik. Pada penutupan perdagangan Jumat (5/4), harga minyak Brent telah menembus USD 70,48 per barel. Itu adalah angka tertinggi sejak November 2018. Tingginya harga minyak tersebut mengancam neraca perdagangan Indonesia. Sebab, Indonesia merupakan negara importer minyak.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, neraca perdagangan bulan ini bisa mengalami defisit apabila nilai impor minyak meningkat. “Bisa juga di awal tahun ini transaksi berjalan mengalami defisit yang cukup lebar,” ucap dia.

Namun, risiko defisit itu bisa ditekan asalkan Indonesia bisa mengurangi impor minyak dengan B20 (biodiesel). Bisa juga Indonesia meningkatkan nilai ekspor sehingga impor dapat ditekan.

Pemerintah perlu mengatur kenaikan harga minyak karena Indonesia salah satu negara pengimpor minyak (Dok. JawaPos.com)

Neraca dagang Indonesia Februari lalu sebenarnya sudah cukup bagus dengan mencatat surplus USD 330 juta. Namun, mengingat neraca migas sepanjang 2018 mengalami defisit, pemerintah perlu memberikan perhatian khusus. Tahun lalu defisit neraca migas mencapai USD 12,4 miliar, naik 44,7 persen jika dibandingkan dengan 2017.

Sekretaris Menko Bidang Perekonomian Susiwijono menambahkan, pemerintah akan tetap mewaspadai kenaikan harga minyak. Pemerintah akan terus memperbanyak penggunaan B20 agar impor minyak bisa dikurangi.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (rin/c11/git)