Pemerintah Meminta Maaf, Desa di Pedalaman Jambi Ini Telat Dilistriki

06/09/2018, 13:36 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Desa Lubuk Bangkar, Sarolangun, Jambi (Hana Adi Perdana / JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pemerintah pusat melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) bersama Pemerintah Provinsi Jambi, Bank Jambi, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), UNDP dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di Desa Lubuk Bangkar, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun.

Desa yang berada cukup jauh dari kota Jambi itu terisolasi dari dunia luar. Butuhkan waktu tempuh 3-4 jam untuk mencapai tempat tersebut. Itupun juga harus menempuh jalur curam serta kondisi jalan terjal.

Berkat peresmian ini, desa tersebut akhirnya menikmati listrik meski tidak 24 jam. Sebelumnya, mereka menikmati listrik dengan menggunakan diesel saja, itupun jarang yang memiliki.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro meminta maaf karena pemerintah telat memberikan kesempatan kepada masyarakat Desa Lubuk Bangkar untuk menikmati listrik.

"Saya minta maaf sebesar-besarnya karena baru kesempatan kali ini baru bisa menikmati listrik," ujarnya di Desa Lubuk Bungkur, Sarolangun, Jambi, Rabu (6/9) kemarin.

Dia menegaskan, peresmian ini bukan hanya sekedar untuk memenuhi rasio elektrifikasi di Jambi, melainkan juga dampak ekonomi di wilayah tersebut. 

"Peresmian ini tidak hanya sekedar ada listrik atau rasio elektrifikasi provinsi Jambi. Yang lebih penting pada momen siang hari ini adalah bahwa pembangunan ekonomi atau kegiatan ekonomi di empat desa yang akan menikmati listrik bisa berkembang cepat," tambahnya.

Dia berharap, PLTMH ini bisa dimanfaatkan masyarakat setempat. Pihaknya juga berjanji akan terus meningkatkan rasio elektrifikasi di desa-desa yang masih belum menikmatinya.

"Saya harapkan bisa memanfaatkan semaksimal mungkin yang bisa dinikmati. Listrik adalah pelayanan dasar. Yang tidak kalah penting listrik juga untuk pembangunan di desa-desa," tandasnya.

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi