alexametrics

PLN Dorong Efektivitas Penggunaan Kompor Listrik

6 April 2019, 10:51:31 WIB

JawaPos.com – Sebagai BUMN penyedia program kelistrikan nasional, PT PLN (Persero) berupaya memperluas efektivitas penggunaan kompor listrik induksi, mengalihkan penggunaan sumber-sumber energi yang selama ini disubsidi oleh APBN kepada subsidi sektor-sektor lainnya seperti pendidikan dan kesehatan.

Program Electrizen Cooking Competition disebut Executive Vice President Corporate Communication and CSR PT  PLN (Persero)  dalam kesempatan persiapan pelaksanaan, Sabtu (30/3) menyatakan program ini tidak hanya menjelaskan efisiensi dan target peningkatan produktifitas, dari penghematan penggunaan energi saja, melainkan ke depannya program ini bertujuan lebih luas.

“Pertama, program edukasi yang dilakukan melalui kerja sama dengan ibu-ibu penggerak PKK di sejumlah wilayah DKI Jakarta, Bekasi – Jawa Barat, sampai ke Bogor, Jawa Barat dan berjalan secara simultan dari pekan kelima bulan Maret 2019, sampai di akhir bulan April 2019, bertujuan meningkatkan produktivitas rumah tangga perorangan dan juga bagi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kuliner,” ujar Made, Sabtu (6/4).

Made yang juga menangani bidang CSR di PLN ini menjelaskan lebih lanjut, harapannya, Program Electrizen Cooking Competition ini akan mengarah pada agenda-agenda bidang terkait di seluruh Indonesia. “Prioritas kami terutama, adalah daerah-daerah yang menjadi tujuan wisata kuliner. Dengan program tujuan destinasi pariwisata di Indonesia, maka sektor turisme pariwisata Indonesia, kini tidak lagi hanya dibangun dengan situs dan pemandangan yang indah, tetapi juga dibangun melalui kebanggaan dan ciri khas kuliner setempat,” urainya.

Menurut Made, PLN ingin terjadinya sinergi dari sejumlah potensi pariwisata setempat, dapat menjadi bagian terintegrasi, melalui sosialisasi penggunaan kompor listrik induksi. Jadi nantinya kami tidak hanya melakukan demo pada kesempatan eletrizen cooking competition saja, melainkan juga menggunakan CSR bersama dengan pemda setempat, untuk menjadikannya sebagai mata rantai yang bisa menghidupkan potensi pariwisata setempat.

Harapannya ke depan harga kompor listrik induksi ini akan semakin murah. Untuk itu, menurut Made, harus ada kontribusi dari pihak lain, supaya program ini berjalan semakin masif, sehingga akan menghasilkan daya saing produk Indonesia. Atau sebaliknya kondisi ini menjadikan kekuatan daya saing untuk mencegah masuknya produk impor. “Dengan demikian terjadi penguatan ekonomi, tidak hanya dirasakan oleh masyarakat itu sendiri, akan tetapi dirasakan sebagai efek berganda dari penghematan APBN,” pungkas Made.

Editor : Teguh Jiwa Brata



Close Ads